Lubang Aspal Menelan Korban : “Maaf Pimpinan Masih Tidur”

 

SinyalTajam.com–Untuk kesekian kalinya berita para korban Jalan berlubang di Luwu Timur kembali terulang, kali ini kisah pilu menimpa Markus Suppu (51) warga Dusun Pabuma Desa Lambarese Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur Sulawesi selatan. Berawal saat salah putri Markus Suppu Junita Sriwana (9) dirawat di Puskesmas Burau pada minggu 14/7/19 namun karena kondisi kesehatan Junita harus mendapat perawatan intensif hingga lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah I Lagaligo di Wotu.

Keesokan harinya pada Senin 15/7/19 sekitar pukul 10 wita putri Markus Suppu dirujuk ke RSUD Ilagaligo di Kecamatan Wotu. Dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega Markus mengikuti mobil ambulance yang merujuk putrinya menuju Rumah Sakit. Saat melintas di Desa Lanosi Kecamatan Burau motor yang dikendarai Markus Suppu terperangkap sebuah lubang pada tepi aspal jalan trans sulawesi itu. Akibatnya Markus mengalami luka serius pada kepalanya dan harus dilarikan ke Puskesmas Burau untuk mendapatkan pertolongan. Setelah dirawat sekitar 30 menit Markus lalu dirujuk ke RSUD I Lagaligo. Namun nasib berkata lain pada keesokan harinya Selasa sore pada pukul 17.00 wita Markus Suppu menghembuskan nafas terakhir.

Suasana duka terasa menyelimuti keluarga almarhum Markus Suppu saat awak media pada Rabu 17/7/19 melayat ke rumah duka di Dusun Pabumas. Tak hanya sampai disitu, Cerita memilukan yang menimpa Almarhum Markus Suppu juga dialami salah satu keluarganya, adalah Sattu Yosef (50) warga yang satu domisili Markus Suppu ini juga mengalami kecelakaan disaat menjenguk Markus Suppu saat masih dirawat di RSUD I Lagaligo. Sattu Yosef juga terperangkap lubang di jalan trans Sulawesi di Desa Laro Kecamatan Burau tak jauh dari TKP Markus Suppu. Saat ini Sattu Yosef mengalami luka pada bagian paha dan lutut.

“Saya tidak tahu kalau ada lubang di situ pak, saya terjatuh baru saya kaget. Saya kecewa pak kenapa hal seperti ini dibiarkan berlarut – larut oleh Pemerintah. Apa harus menelan korban berapa banyak lagi. Apa nyawa Rakyat seperti kami tidak berharga dimata Pemerintah…” Kecam Sattu.

Komentar Sattu Yosef ikut dibenarkan keluarga lain, Simon, “Kami mau pak, jalan trans itu ada upaya perbaikan sementara saja dulu minimal dicor semen itu sudah cukup. Jangan dengan alasan anggaran belum turun sementara korban terus berjatuhan seperti ini, apalah gunanya..” Tutur Simon.

Awak media pada Rabu 17/7/19 lalu menyambangi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar Satuan Kerja Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sulawesi Selatan pada Kantor Pejabat Pembuat Komitmen 1 di Kecamatan Wotu. Namun sayangnya kepala kantor belum dapat ditemui karena dari salah satu pegawainya mengatakan, “Maaf, pimpinan belum bisa diganggu karena baru tiba dari Makassar tadi pagi beliau masih tidur di ruangannya” tutur pegawainya.

Kepada Awak Media Harapan para keluarga korban agar kondisi jalan Trans Sulawesi itu secepatnya diperhatikan oleh Pemerintah agar tidak menelan korban sia – sia, seperti yang dituturkan salah satu warga Desa Lanosi yang tinggal dekat TKP bahwa, “Pengguna jalan yang kecelakaan disini sudah tak terhitung pak, dan baru kali ini yang serius terendus media” ungkapnya.
Lap. ML

JANGAN LEWATKAN