Terkuak, Akal-Akalan Ketua BUMDES Desa Banyuanyara Mainkan Dana Anggaran

 

Takalar,Sinyaltajam.com–Seperti pada pemberitaan sebelumnya pada SinyalTajam masyarakat Desa Banyuanyara, Kecamatan Sangrobone Kabupaten Takalar, mempertanyakan penggunaan anggaran dana BUMdes yang dikelola Ketua Abdul Rasyid S. Sos.

Masyarakat Banyuanyara sejak awal telah merasa curiga penggunaan dan pengelolaan anggaran dana BUMdes ada yang tidak beres “ada koruptor berkeliaran didesa mereka”, uang kecil  ditilep juga apa lagi uang besar yang peruntukkannya bagi kesejahteraan masyarakat banyak.

Setelah mendapat desakan masyarakat, Ketua BUMdes Desa Banyuanyara, punya rasa malu dengan akhirnya menyatakan mundur secara teratur sebelum ada proses hukum, setelah dinyatakan pengelolaan anggaran selama ini yang merupakan tanggung jawabnya tidak dapat dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan melalui sejumlah pihak.

Pelaksana tugas Desa H.Mustar S. Sos. mengakui kegiatan masyarakat dikantor desa dengan menjelaskan bahwa hari ini telah diadakan rapat musyawarah tentang BUMdes yang dihadiri Ketua BUMdes Abdul Rasyid S.sos. serta beberapa warga masyarakat dan BPD Desa Banyuanyara, 15 /7/2019 .

“Tadi sudah ada pertemuan, musyawarah dan sudah ada penjelasan dari ketua BUMdes dan dia sudah menyatakan mengundurkan Diri dari ketua Bumdes Abdul Rasyid S. Sos .dan sudah ada penggantinya Abdul Manna.se. sesuai kesepakatan rapat “, ucapnya dalam konfirmasi SinyalTajam.

Selain itu H.Mustar S. Sos. menunjukkan sikapnya terkait penjelasan dan pertanggung jawaban pelaksanaan dan kegiatan Badan Usaha Milik Desa Banyuanyara selaku Kepala Desa tidak banyak memberi komentar dan menutup pembicaraan begitu saja.

“Setau saya sesuai penjelasan  ketua Bumdes di pertemuan tadi, mengatakan dana selama ini dia gunakan untuk pembangunan kantor Bumdes dan usaha yang bergerak di bidang jasa pembayaran rekening listrik”, tambah H.Mustar S. Sos.

Sementara polemik ditengah masyarakat Desa Banyuanyara masih terus memperbincangkan tentang pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Desa mereka sejak tahun 2018 hingga tahun 2019, yang dianggap sangat amburadul diantara desa yang ada di Kecamatan Sangrobone Kabupaten Takalar.

Sekretaris Bumdes Makmur Dg pasang sebagai contohnya, mengatakan bahwa dana yang dikelola BUMdes pada tahun 2018 berkisaran sekitar 86 juta, namun ada yang di pakai senilai sekitar 66 juta untuk pembangunan khusus Kantor Bumdes yang mana sisanya di pakai untuk usaha pembayaran rekening listrik dan rekening Air.

“Dana Bumdes itu Ada 86 juta, ada di pakai untuk bikin bangunan kantor dan sisanya di pakai untuk modal usaha”, tuturnya.

Menyikapi hal tersebut Kepala Pemerintahan Kecamatan (Camat) Sangrobone Syahchir. SH.MM Daeng Mile, melalui via handphone celuler mengatakan
dana BUMdes yang merupakan dana usaha, jika dialihkan peruntukannya untuk pembangunan fisik infrastruktur adalah pelanggaran.

“Kalau dana BUMdes dipakai untuk bikin bangunan saya rasa itu sudah tidak benar”, tegasnya singkat.

Hal yang sama disesalkan Sekretaris Kecamatan Sangrobone, M hakim Sila, pada tempat terpisah, mengakui dimana memang selama ini dari semua desa sekecamatan Sangrobone hanya desa Banyuanyara yang memiliki kesan pengeloaan dana BUMdesnya yang tidak jelas, terlebih tidak trasparan.

“Kalau desa lain pengeloaan dan usaha Bumdesnya bagus dan Jelas cuma desa Banyuanyara saja yang kurang jelas usahanya dan pengelolaannya”, tutur M Hakim Sila.

Tak hanya masyarakat maupun aparat desa dan Kecamatan, Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Takalar Andi Guntur Hakim menilai secara tegas jika dana BUMdes yang peruntukkan untuk modal usaha, maka sudah seharusnya dana tersebut dikelola dengan sebaik -baiknya untuk usaha tanpa campur tangan baik Kepala Desa atau dari manapun.

“Bumdes punya pertanggung jawaban sendiri  jadi untuk kemajuan BUMdes itu sendiri, ya dikelola sebaik baiknya agar bisa mendongkrat kemajuan dan sumber pendapatannya agar menjadi sebuah badan usaha milik desa untuk pendapatan Desa itu sendiri”, terang Andi Guntur Hakim.Lap Faisal.

JANGAN LEWATKAN