”Korban Buruknya Jalan Trans di Luwu Timur” Isak Tangis Iringi Jenazah Markus Suppu

 

Sinyaltajam.com.Lutim–Ratusan orang menghadiri acara pemakaman jenazah Markus Suppu (51) di kediamannya dusun Pabumas Desa Lambrese Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur pada Sabtu 20/7/19. Isak tangis keluarga yang ditinggalkanpun pecah saat keranda jenazah Markus diusung sanak keluarga menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Almarhum Markus Suppu meninggalkan seorang isteri dan dua orang putri yang masih belia.

Diketahui Almarhum Markus Suppu mengalami musibah saat perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo di Kecamatan Wotu yang berjarak 12 KM dari kediaman Markus. Saat itu Markus Suppu mengikuti mobil ambulance yang sedang merujuk anaknya dari Puskesmas Burau ke RSUD I Lagaligo. Namun naas Markus Suppu dalam perjalanan malah mengalami kecelakaan pula pada senin 15/7/19 di Desa Lanosi yang berjarak 4 KM dari rumahnya.

Sempat dirawat di RSUD I Lagaligo namun keesokan harinya selasa 16 Markus Suppu dinyatakan meninggal pada pukul 17.00 wita. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka selama 4 hari.

Ada kisah pilu yang menyertai alamarhum Markus Suppu, saat dinyatakan telah wafat di RSUD I Lagaligo membuat keluargapun sepakat agar anaknya yang rawat sebelumnya agar ikut dibawa pulang ke rumah karena tak ada lagi keluarga yang sempat menungguinya disebabkan keluarga sedang sibuk mengurus jenazah ayahnya yang telah meninggal lebih dulu.

Saat jenazah ayahnya disemayamkan di rumah duka nampak Junita Sriwana (9) masih dalam kondisi lemas sambil dibaringkan dekat jenazah ayahnya dan nampak keluarganya sesekali menawarkan makanan dan minuman.

Atas Peristiwa yang dialami almarhum, keluarga berharap kiranya Markus adalah korban terakhir kalinya dari buruknya jalan trans ini yang sejak lama dibiarkan dalam kondisi dipenuhi lubang tanpa adanya upaya Pemerintah melakukan perbaikan.

Lap. ML/Mr.

JANGAN LEWATKAN