Pentas I La Galigo Hipnotis Ratusan Warga Lutim

 

Sinyaltajam.com Lutim–Kejaksaan Negeri Luwu Timur dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-59 tahun. Selain memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 tahun, juga mengadakan pentas seni budaya I LA GALIGO tepatnya dihalaman kejaksaan Malili pada sabtu malam pukul 19.30 (20/juli 2019).

Dalam pentas seni tersebut menceritakan sejarah I La galigo , bahwa yang pertama mendirikan kerajaan ware’ sekitar Ussu bernama Batara Guru. Batara Guru adalah anak lelaki tertua dari To Patotoe dengan Datu Palinge.

Batara Guru dikisahkan sebagai manusia jelmaan dari dewa yang diturunkan oleh Patotoe ke bumi dimana pada saat itu terjadi pemerintahan yang mengatur kehidupan manusia dari kekacauan ,Sianre Bale, di tana Ware.

Karena PatotoE merasa ini adalah hal yang penting untuk kelangsungan hidup di Bumi dan Langit maka Raja PatotoE mengundang seluruh kerajaan Dewa yang ada dikerajaan Langit ( Boting Langi ) Maupun kerajaan dasar Laut ( Paratiwi / Uri Liu ) untuk memutuskan siapa yang akan di utus  turun ke bumi.

Dari kesepakatan antara pasangan raja PatotoE dengan Istrinya Datu Palinge maka di putuskanlah bahwa Putranyalah yang bernama La Toge Langi yang kemudian dikenal dengan nama Batara Guru.

Batara Guru pun diturunkankan ke bumi Batara Guru bertemu dengan Istrinya yang bernama We NyiliQ Timo Dalam sumber lain dikatakan bahwa disamping menikahi We Nyiliq Timo Batara Guru juga menikah We Saungriu.

Dari perkawinannya itu lahir Sangian Sari . tetapi putri ini Mati muda dan dikisahkan bahwa dari perabuan Sangian sari tumbuh padi pertama di Luwu.

Dari pernikahannya dengan We Nyiliq Timo, Batara Guru dikarunia seorang anak yang bernama Batara Lattu. Ia merupakan calon pemegang tahta kerajaan Luwu. Ia dilahirkan diistana Ware dilokasi segita ( Bukit Finsemouni- Ussu- Cerekan ).

Dalam sejarah dikatakan bahwa ketika Batara Lattu cukup dewasa, dan pemerintahan tegak kembali, Batara Guru memutuskan untuk kembali ke kerajaan Langit.

Singkat cerita,, Batara Lattu memiliki putra bernama Sawerigading red, sejak Sweragading menyembrang ketanah China lalu menikahi gadis China bernama wecuhdai dari hasil pernikahannya melahirkan seorang anak lelaki bernama I LAGALIGO yang mempuyai wajah tampan, demikian bagian porolok drama I Lagaligo.

Dari hasil pementasan drama I La galigo memukau ratusan warga yg menyaksikan sembari menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara

Dalam acara tersebut di hadiri Bupati Luwu Timur, H. Muh. Thoriq Husler, Wakil Bupati Irwan Bachri Syam, Ketua Pengadilan Negeri Luwu Timur, Khairul, Anggota DPRD Najamuddin , H. Sarkawi, dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur serta  ratusan masyarakat.


Lap Mr.

JANGAN LEWATKAN