Seragam Putih Abu-Abu Generasi Anak Bangsa Masa Depan, Masuk Diskotik Club 37 Hotel D’Maleo

 

Mamuju Sinyaltajam–, Hotel D’Maleo yang terletak di Jln. Yos Sudarso No.51, Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, tiba-tiba saja jadi perbincangan publik, pasalnya salah satu fasilitas hotel berbintang ini, seperti fasilitas Tempat Hiburan Malam (THM) berbentuk diskotik atau bar, telah jadi sorotan sangat tajam.

Diketahui Management Hotel D’Maleo disorot setelah memberlakukan penggunaan pakaian seragam putih abu-abu, mirip anak sekolahan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) walaupun tanpa logo osis, bagi para karyawan atau pelayan Diskotik Club 37 tempat ini,

Tujuannya karena tidak lain untuk menarik perhatian para pengunjung agar lebih banyak yang mendatangi tempat kelas berbintang tersebut, selain itu sekiranya mereka pengunjung bisa melihat suasana pemandangan yang lebih baik dari seperti Tempat Hiburan Malam yang kerap ditemui selama ini pada umumnya.

Tak hanya itu sudah pasti, harapan management sebagai pengelola dapat memberi kepuasan dengan memberi kenyamanan yang sangat berkualitas dari hotel berbintang.

Minuman keras beralkohol berkadar rendah dan tinggi dengan lebel lokal sampai import disiapkan disertai iringan hiruk pikuk suara musik disco, sebagai sarana untuk berhappy ria yang merupakan ciri khas sebuah diskotik.

Maka dapat dibayangkan jika pemandangan seperti ini telah menjadikan suasana lebih terkesan kepada para pengunjungnya, dimana dengan seragam putih abu-abu, para karyawan pelayan lelaki dan wanita pada Diskotik Club 37 Maleo telah menjadikan mereka sebagai pelajar sekolah pendidikan dengan tingkat remaja usia dini atau identik anak dibawah umur.

Suasana pemandangan pada Diskotik Club 37 D’Maleo, tentu sekilas telah berubah menjadi tempat perkumpulan bagi para pelajar yang sedang berkumpul pada malam hari dalam ruangan tertutup setengah gelap gulita, dengan lampu kedap kedip, dengan sesekali masing-masing para karyawan yang merupakan pelayan dengan pakaian sergam anak sekolahan dapat bergoyang joget sendiri mengiringi irama suara musik.

Para pengunjung yang memang ingin berhappy suka ria tentu akan lebih bersemangat, hal inilah kemungkinan menjadi kesempatan yang disiapkan oleh Management terhadap para pelayan yang identik dengan anak terpelajar untuk melayani para pengunjung.

Seperti harus mondar-mandir menawarkan menu Diskotik yang rata-rata minuman keras beralkohol, bahkan sesekali para pemakai pakaian seragam putih menenteng sejumlah minuman lalu dibagikan atau  diantar untuk meletakkan diatas meja terlebih dahulu sebelum dapat dinikmati para pengunjung yang telah  memesan atau menikmati minuman keras beralkohol berkelas internasional.

Besar kemungkinan jika para pengunjung telah terbawa arus hipnotis akan terbius suasana oleh pakaian seragam anak pelajar sekolahan yang telah menjadi setengah sadar akibat minuman keras beralkohol akan mengundang hasrat birahi para pengunjungnya. Seperti yang kerap terjadi dan dijumpai pada tempat THM biasa pada umumnya.

Padahal pakaian seragam putih abu-abu hanya kerap dipergunakan dalam suasana proses belajar mengajar khususnya untuk para pelajar yang menimba ilmu pengetahuan maupun moral.

Keberadaan Diskotik Club 37 Hotel D’Maleo Mamuju, hanya diperuntukkan khusus bagi orang dewasa saja, anak dibawah umur terlebih pelajar sangat dilarang masuk ketempat ini.

Menyikapi penggunaan baju putih abu-abu anak sekolahan, sebagai pakaian seragam khusus bagi generasi anak bangsa yang terpelajar dan berpendidikan pada Diskotik Club 37 Hotel D’Maleo telah mematik reaksi besar lagi keras dari berbagai pihak.

Salah satu lembaga besar di Provinsi Sulawesi Barat, seperti Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS), menyikapi dengan mengutuk, bahwa dengan mempergunakan pakaian seragam resmi untuk pelajar anak Indonesia pada tempat seperti ini adalah bentuk pelecehan terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

Ketua DPD IJS Pasang Kayu Sulaiman, mengatakan sudah sepatutnya Management Hotel D’Maleo meminta maaf terhadap seluruh  para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada diseluruh indonesia, atas insiden ini, 26/7/2019.

Selain itu kata Sulaiman, nama daerah Provinsi Sulawesi Barat bisa saja ikut terseret, atas mencuaknya kasus dugaan pelecehan dunia pendidikan indonesia, yang terjadi di Provinsi Sulawesi Barat, jika saja pemerintah daerah tingkat Kabupaten Kota maupun Provinsi tidak tegas terlebih serius menindak lanjuti kasus ini, dengan memberi sanksi tegas seperti penutupan Diskotik Club 37 D’Maleo.

“Jangankan Kepala Pemerintahan Kabupaten, Pemerintah Provinsi sudah seharusnya mengambil langkah tindakan tegas, sebab mutu dunia pendidikan telah diatur oleh UU dijamin dan dilindungi kualitas dan kuantitasnya”, cetusnya.

Tak hanya dari tingkat DPD, Ketua DPP IJS Sulbar telah resmi menyatakan sikap kerasnya agar kasus ini segera ditindak lanjuti oleh stake houlder yang bersangkutan.

“Penggunaan seragam sekolah SMA di dalam diskotik, adalah bentuk pelecehan terhadap dunia pendidikan. Ini mencoreng citra pendidikan kita” ucap Irham Azis selaku Ketua IJS Sulbar kepada media.

Sebelumnya media merilis Ketua IJS Sulbar mengaku, sangat menyesalkan langkah yang diambil management D’Maleo hotel. Ia meminta agar pemerintah daerah segera bertindak secara tegas.

Dan Atas nama IJS Sulbar, mendesak Pemerintah Kabupaten Mamuju memberikan sanksi berat kepada Management D’Maleo hotel.  Bukan hanya penutupan diskotiknya, namun sanksi pencabutan izin usaha atau izin operasional Club 37 Maleo harus segera dilakukan.

“Alasan apapun, tidak membenarkan penggunaan seragam sekolah di tempat hiburan malam. Untuk itu,  harus ada sanksi tegas.  Saya harap sanksinya setegas mungkin.  Bukan hanya penutupan club 37, namun pencabutan izin usahanya” urainya.

Selain dianggap melecehkan, penggunaan pakaian seragam putih abu-abu pelajar SMA pada THM Club 37 D’Maleo telah menimbulkan persepsi pandangan sangat buruk ditengah masyarakat, dengan paradikma atau slogan terkesan telah mengajak mereka anak remaja dibawah umur yang merupakan para pelajar, agar tertarik terhadap keberadaan Tempat Hiburan Malam bahkan Management Hotel D’Maleo terang-terangan mempertontonkan legal standing sebuah Diskotik yang dapat merusak anak bangsa.

“Ini bentuk kampanye anak SMA bisa masuk diskotik. Dan ini berbahaya,  karena bisa merusak moral anak muda kita”, tegas Irham.

Informasi yang diterima media pihak Management Hotel D’Maleo telah menyampaikan permohonan maafnya. (Zul).

JANGAN LEWATKAN