Ketua IJS Pasangkayu Temukan Dugaan Korupsi Proyek Dana Desa Tirta Buana, Tipikor Polres Mamuju Utara Diminta Periksa

 

Pasangkayu Sinyaltajam.com–Sulaeman Ketua Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS), Kabupaten Pasangkayu,  meminta Tipikor Polres Mamuju Utara segera memeriksa dugaan Korupsi Dana Desa di Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasang Kayu, Provinsi Sulawesi Barat.

Temuan ini menurutnya memiliki dasar dimana merupakan petunjuk bukti berupa hasil dokumentasi rekaman foto dan video saat berada dilapangan guna memantau langsung pelaksanaan pekerjaan di Desa Tirta Buana.

Hasil pekerjaan fisik yang dimaksud Sulaeman, adalah pekerjaan pembangunan sebuah Talud, dimana dikerjakan asal jadi sehingga hasil pekerjaan dapat dipastikan tidak akan berkualitas sesuai harapan atau standar pembuatan proyek alias merugikan Negara.

Selaku Ketua IJS kata Sulaeman sangat menyayangkan hal seperti ini bisa dengan leluasa dilakukan oleh pihak aparat Desa Tirta Buana pada penggunaan Dana Desa yang mereka kelola.

“Ketika saya dan tim turun inspeksi di lapangan saya menemukan pekerjaan itu sedang berlangsung, dan sesuai bukti dokumentasi saya, itu pekerjaan diduga tidak sesuai RAB”, ungkap Sulaeman, dalam siaran persnya kepada media, 21/9/2019.

Dalam temuannya mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan pembuatan proyek Talud di Desa Tirta Buana memakai anggaran Dana Desa senilai ratusan juta rupiah, tanpa papan proyek.

Pekerjaan buruk rupa dapat dilihat pada cara pemasangan batu pondasi yang tidak seharusnya dilakukan untuk memenuhi standar volume RAB.

Seperti kedalaman galian tidak dalam sesuai petunjuk takhnis, penempatan atau pemasangan batu gunung (batu kosong) tidak memakai landasan pasir urut terlebih dahulu, melainkan langsung melakukan pemasangan batu gunung, kemudian ditimbun pasir urut.

Sehingga pengurangan volume pekerjaan terlihat jelas yakni dimana pada seharus saat pemasangan batu gunung sudah harus disertai penempatan standar campuran semen dengan skala maksimal 1 banding 4 sudah harus dilakukan namun faktanya terlihat tidak dilaksanakan sama sekali.

Terkesan mengelabui penglihatan, pekerjaan dilapangan dibuat sedemian rupa jika dipandang secara kasat mata akan terlihat memiliki kualitas baik sesuai RAB atau volume yang ditelah ditentukan.

Seperti untuk menutupi kekurangan volume penggunaan atau pemakaian campuran semen akan terlihat cukup banyak dipergunakan yakni pada saat pasir urut tampa campuran semen sedikitpun yang berada diatas tumpukan batu gunung terlihat terikat oleh campuran semen, maka dilakukanlah penumpukan semen diatas pasir urut itupun diduga memakai skala 1 banding diatas angka 4.

“Ini sudah merugikan keuangan negara, sehingga kami berharap APH segera mengambil tindakan” ujar Sulaeman.

Lanjutnya pemandangan sangat buruk untuk dilihat terlebih dinilai akan menimbulkan presepsi lebih negatif lagi ditengah masyarakat apa bila tidak mendapat tindakan tegas atau dibiarkan begitu saja.

“Insya Allah hari ini kami masukkan data-datanya di Polres Matra” tambahnya.

Hal ini dilakukan agar pihak Tipikor Polres Matra segera melakukan lidik terhadap kasus ini dan segera memeriksa para saksi-saksi. (Zul)

JANGAN LEWATKAN