Inilah Leader WCD 2019 Termuda di Indonesia

World Clean Up Day (WCD) 2019 adalah aksi gotong royong terbesar yang dilaksanakan serentak oleh 157 negara di seluruh dunia. Tahun ini adalah tahun kedua melaksanakan agenda besar tersebut dengan mengusung tema ‘Clean Up For Peaceful Indonesia’. Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional itu diikuti oleh relawan dari seluruh penjuru negeri.

Masyarakat Luwu Timur juga tidak tinggal diam, dalam aksi gotong royong ini, Desa Burau Pantai, Kecamatan Burau menjadi tempat yang dipilih oleh Leader WCD Luwu Timur, Sabtu (21/09/2019).

Nur Annisa Fatiha adalah salah satu Leader WCD 2019 yang mengundang decak kagum dari berbagai pihak, karena Annisa adalah salah satu Leader termuda yang ada di Indonesia. Bagaimana tidak, Annisa saat ini masih duduk dibangku SMA kelas 11 IPS 1 di SMA Negeri 7 Luwu Timur.

Kegiatan yang dipimpin Annisa ini terbilang cukup sukses. Selain itu, pada kegiatan ini beberapa organisasi dan instansi ikut bergabung, antara lain jajaran Pemerintah Kecamatan, Pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dinas Sosial, Komunitas-komunitas dan organisasi-organisasi di Kab. Luwu Timur, Mahasiswa KKN IAIN Palopo, masyarakat terumata yang ada di Burau Pantai dengan jumlah relawan mencapai 2.567. Pencapaian yang fantastis.

Namun tentunya pencapaian itu tidak dilalui dengan serta merta saja. Kesuksesan Annisa dalam menyelenggarakan World Clean Up Day juga ditopang oleh rekan-rekan komunitasnya (Genlibels/Generasi lima belas). Genlibels adalah salah satu komunitas relawan literasi yang aktif bergerak berbagi ilmu ke pelosok-pelosok desa.

Saat ini Genlibels membina Desa Cendana, Kecamatan Burau melalui gerakan literasi. Disinilah tempat Annisa dan rekan-rekannya ditempa oleh pembina yang hebat sehingga Annisa mampu menjadi sosok yang sedemikian menginspirasi anak-anak lainnya.

Nur Annisa mengungkapkan, salah satu tujuan kegiatan ini, kami ingin dengan mengikuti kegiatan ini para relawan-relawan yang hadir dapat menumbuhkan rasa kepeduliaannya terhadap laut dan alamnya serta menumbuhkan rasa kesadaran pada diri sendiri bahwa betapa pentingnya menjaga laut dan alam kita.

“Di alam, kita diajar melindungi, menjaga, mencintai tanpa harus memiliki,” ungkap Leader WCD Kabupaten Luwu Timur, Nur Annisa Fatiha.

Besar harapan apa yang dilakukan Annisa menjadi motivasi bagi semua orang untuk tidak membuang sampah sembarangan sebagai wujud cinta dan kasih terhadap bumi. (ikp/kominfo)

JANGAN LEWATKAN