Mister “X” dibalik Pembebasan Lahan

sinyaltajam.com, Takalar – Kisruh lahan bangunan gudang garam di Dusun Lakatong untuk pengembangan hasil petani garam tidak jelas kepemilikan lahannya.

Menurut pejelasan dari kepala Dusun Lakatong, Abdullah Daeng Ngimba saat ditemui dirumahnya mengatakan, terkait lahan yang dibanguni gudang garam tersebut, merupakan milik Tuang Bida, dan memberikan lahannya, secara suka rela tanpa dipungut biaya, ataupun dijual dan tidak ada pembebasan lahan.

Pengawas bangunan, Sainollah yang dipercayakan oleh pihak kontraktor mengatakan, lahan yang dibanguni gudang sudah dibebaskan, hanya saja akses jalan masuk yang belum terealisiasi pembayaran sesuai kesepakatan antara pengurus dan pemilik lahan, sehingga pihak kontraktor mengontrak jalanan untuk akses jalan yang dilewati mobil pengangkut material bangunan.

“Kami selaku pihak kontraktor yang mengerjakan gedung ini, sangat dirugikan dengan waktu, 120 hari kerja, pada teken kontrak yang tertanggal 17 juli 2019,” jelasnya.

Pemilik lahan saat ingin dikonfirmasi terkait kisruh lahan miliknya tidak ada dilokasi maupun dirumahnya.

“Proyek pembangunan gudang garam ini harus jelas kepemilikannya, apakah aset ini milik Pemprov, ataukah milik masyarakat, hal ini di ungkapkan oleh Ketua Forum Barapi, Dangker.

Perlu diketahui bahwa, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan dimasa yang akan datang tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Dan jika ini terjadi, pihak Pemprov Sulsel, dibohongi dan merugikan kontraktor, pasalnya tanggal kontrak dimulai tanggal, 17 Juli 2019, sementara kondisi fisik bangunan baru mancapai 30-40%.

Pembangunan gudang garam yang kini sementara berjalan, pihak kontraktor baru mengetahui saat pemilik lahan, Daeng Lau menahan kendaraan yang memuat material bangunan.

Laporan dari pengurus proyek ini kepada kontraktor, bahwa akses jalan dan lokasi proyek sudah dibebaskan, dan tidak ada masalah. Namun faktanya lain.

Hampir sebulan proyek ini kisruh, sehingga pihaknya merasa dirugikan karna tidak adanya akses jalan masuk.

Pelaksana proyek, CV. Hefaistos construction, sumber dana, Dana Alokasi Khusus. Dengan, No. kontrak, 523/52/spk/p2rplp3k/pem-ggn/Vll/dkp.

JANGAN LEWATKAN