Bupati Lutim Hadiri Ritual Pitra Yadnya Kremasi 109 Jenazah

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler menghadiri ritual Pitra Yadnya yakni Ngaben massal yang dilaksanakan di Lapangan Balirejo, Desa Balirejo, Kecamatan Angkona, Rabu (26/09/2019). Upacara ngaben massal atau yang biasa disebut Pitra Yadnya ini, dilakukan untuk pembakaran jenazah di Desa Balirejo sebanyak 109 dari segala penjuru se Sulawesi yang diikuti oleh ratusan warga yang beragama Hindu di daerah tersebut.

Turut hadir, Ketua PHDI Provinsi Sulsel, I Nyoman Sumaryadi, Anggota DPRD Luwu Timur, I Made Sariana, Ketut Suantara, Camat Angkona, I Ketut Iriawan Budiarta, Pembimas Hindu Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua PHDI Kabupaten Luwu Timur, Kepala Desa Balirejo dan Kepala Desa Wanasari.

Ketua Panitia Ngaben massal Desa Alam Buana, I Wayan Partana menerangkan, ngaben massal merupakan sarana proses kremasi jenazah yang dilakukan oleh warga untuk anggota keluarga yang sudah meninggal. Prosesi ngaben massal ini juga dilakukan untuk saling meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Jika dilakukan secara individu, maka membutuhkan dana yang cukup besar hingga mencapai ratusan juta rupiah.

“Ngaben massal itu disamping meringankan beban pekerjaan, juga bertujuan meningkatkan rasa gotong royong serta merekatkan rasa kekeluargaan,” jelasnya.

Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang mampu merangkul semua kalangan, termasuk kami selaku umat Sedarma. “Semoga ini menjadi kekuatan kita untuk mewujudkan Luwu Timur yang lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler mengapresiasi atas semangat masyarakat dalam melaksanakan ngaben secara massal.

“Ngaben massal yang dilaksanakan secara bergotong-royong akan meringankan biaya pengabenan. Melalui ritual Pitra Yadnya yang suci keempat ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujar Husler.

Husler juga mengajak umat Hindu di Luwu Timur untuk berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan kita untuk terpecah. Sebaliknya, jadikan perbedaan sebagai kekuatan. Mari tunjukkan peran kita, bersama-sama wujudkan Luwu Timur Terkemuka,” tandasnya.

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga optimis pelaksanaan Ngaben massal akan menjadi daya tarik pariwisata khususnya bagi wisatawan yang berkunjung ke Luwu Timur. (ikp)

JANGAN LEWATKAN