Camat Dan Sejumlah Kepala Desa Di Duga Gunakan Dana Desa Tidak Sesuai Peruntukkannya

Sinyaltajam.com, Takalar – Pengadaan sapi di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar menuai sorotan. Pasalnya, di duga Camat dan Kepala Desa menggunakan Dana Desa (DD) tidak sesuai peruntukannya.

Setidaknya ada tujuh desa dan kelurahan di Kecamatan Mangarabombang yang diminta menggelontorkan dana desa untuk pengadaan sapi. Setiap desa dibebankan Rp. 125 juta untuk pengadaan 10 ekor sapi.

Setiap satu ekor sapi ditetapkan harga satuannya Rp. 12.5 juta. Parahnya, proyek ini menggunakan jasa pihak ketiga yang tidak jelas kualifikasinya untuk membeli ternak.

“Sapi yang telah diterima warga tidak sesuai harapan, karena sapinya kecil dan bukan indukan,” ucap seorang warga Mangarabombang.

Koordinator Tipikor Lembaga Anti Korupsi Sulsel (Laksus), Erwin Tole dan Ketua Kordinator Investigasi (LMR RI), Husaen Idris menegaskan, pengadaan sapi di Marbo, dengan menggunakan dana desa patut dipertanyakan apalagi di dalam kuitansi pembayaran beda nama yang tercantum pembayaran Lewat transfer Bank ke nomor Rekening.

“Dari segi peruntukan DD dalam proyek ini saja harus dipertanyakan, karna DD yang dikucurkan oleh Pemerintah pusat tidak ada dalam 10 program kerja KepDes mengenai Pengadaan sapi,” ujar Husaen Idris.

Menurutnya, seharusnya Camat Mangarabombang Mappaturung mengetahui DD di peruntukkan program kerja Pemerintah, tapi malahan Camat meminta seluruh Kepdes di Wilayah Magarabombang memakai Dana Desa untuk ikut pengadaan Sapi tersebut.

Dalam masalah ini, kehadiran pihak ketiga yang tidak jelas kualifikasi dan kapasitasnya dalam proyek pengadaan sapi.

Apalagi, dana desa Rp. 125 juta yang digelontorkan setiap kepala desa ditransfer ke rekening individu yang tidak jelas siapa orangnya.

“Ini sangat berpotensi di mark up dan di duga di korupsi oleh pihak ketiga itu. Kenapa dana desa ditransfer ke rekening individu. Apalagi spesifikasi sapi yang diadakan diduga sangat jauh dari harga satuan yang ditetapkan,” ungkap Husaen.

Laksus dan LMR RI meminta agar Kejaksaan dan Kepolisian turun mengusut kasus ini untuk memeriksa Camat Mangarabombang dan beberapa Kepala Desa di Kabupaten Takalar untuk di tindaki segera karna di indikasi merugikan Negara.

Camat Mangarabombang, Mappaturung saat dikonfirmasi terkait belanja sapi yang diadakan oleh seluruh kepala desa di wilayahnya mengatakan, pembelian sapi senilai Rp. 12.500.000 perekor sudah sesuai mekanisme.

”Harga sapi Rp. 12. 500. 000 perekor, bukan hanya belanja sapi, tetapi sudah inklud di dalamnya pembelian obat seharga Rp. 500 Ribu persatu paket, termasuk biaya surat keterangan kesehatan hewan, asuransi sapi, biaya insenminasi dan sewa angkut,” kata Camat Mangngarabombang, Mappaturung.

Sementara Kapolres Takalar melalui Kasat Reskrim, Jufri Natsir saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menanggapi dan segera memerintahkan Unitnya di bagian Tipikor untuk lidik dan memanggil tuju desa di Kec Mangngara Bombang, Kamis (10/10/2019).

Hingga berita ini diterbitkan, besar harapan masyarakat agar para pejabat menjalankan tugas, kewenangan dan fungsinya dengan baik.

Laporan : Faisal Muang

JANGAN LEWATKAN