Sekolahnya Disegel, Siswa SDN 153 Inpres Bontonompo Numpang Tempat Belajar

Sinyaltajam.com, Takalar – Puluhan siswa SDN 153 Inpres Bontonompo, Kabupaten Takalar terpaksa belajar di bangunan Yayasan Pena Nasional yang tidak terpakai. Pasalnya, bangunan sekolah yang mereka tempati disegel oleh ahli waris pemilik lahan sekolah berdiri, Senin (11/11/2019).

Di depan pintu gerbang sekolah terdapat tulisan besar di baliho ‘Tanah ini diambil’ oleh ahli waris.

Diketahui Muh. Tahir Mappasising Dg. Nompo sebagai Ahli waris dari Karesunggu Dg. Sugi Bin Mannyuluri Persil No. 11.D.2 Kohir 65 dengan NOP 73.05.030.014.0292.0 ditutup sejak bulan Agustus.

Kapolsek Polongbangkeng selatan, Akp Zeim Arman di ruang kerjanya membenarkan bahwa Dg. Nompo yang mengaku sebagai Ahli waris dari tanah yang di banguni sekolah yang menutupnya.

Kapolsek sudah berupaya membujuk Dg. Nompo agar sekolah dibuka saja dulu agar aktifitas belajar mengajar tidak terganggu, sampai ada koordinasi dan solusi dengan Pemda. Serta menyarankan agar pihak Pemda buka ruang untuk ketemu dengan pihak ahli waris, pada 14/10/2019 lalu.

Lurah Cangrego, Andy Jemma saat di konfirmasi di kantornya juga membenarkan penutupan sekolah SDN No. 153 Inpres Bontonompo oleh Dg. Nompo sebagai Ahli waris dan sudah melapor ke Polres dan pemilik lahan sudah ditangani dan sementara berproses di Polres Takalar.

Mengantisipasi proses belajar mengajar tetap berjalan, Lurah berencana meminta tenda darurat ke Polres Takalar, namun dengan kordinasi lurah sama kepala lingkungan untuk memakai sementara bangunan pihak yayasan Pendidikan Pena Nasional.

Awak media mencoba mengorek keterangan guru saat berada di bangunan gedung yayasan Pena Nasional, namun tidak banyak komentar terkait penyegelan sekolah, mereka hanya berharap secepatnya ada solusi dimana mereka saat ini bersyukur tetap bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Awak mediapun sudah berupaya beberapa kali mendatangi untuk meminta tanggapan terkait penutupan Sekolah, namun kepada kepala Dinas Pendidikan Takalar, Rusdi Sennang di kantornya tidak berhasil di jumpai.

Staf dan Sekretaris yang di jumpai hanya mengarahkan untuk konfirmasi kepala dinas saja.

Mirisnya, kepala dinas yang di hubungi melalui telpon genggam tak dapat dihubungi alias nomor di sibukkan.

Ditempat terpisah, pengakuan Muh. Tahir Mappasising Dg. Nompo menjelaskan bahwa, hasil penyelidikan Unit TahBan Polres Takalar di BPN Takalar bahwa menurut Warka menyatakan kalau SD Inpres 153 Bontonompo Cangrego, PolSel, Takalar, berdiri di Persil 10 a/n Sirajuddin Bundu, namun kenyataannya berdiri di Persil 11 D2 Kohir 65 C1 a/n Karesunggu Manyuluri, namun pihak BPN menerbitkan Sertifikat Hak Pakai a/n Pemda di Persil 11 hanya berdasarkan dimana SD Inpres itu berdiri bukan berdasarkan dengan Warka, jadi sangat jelas kalau SD Tersebut salah lokasi dan Sertifikat itu salah Obyek.

Kapolres Takalar melaui Kasat Reskrim, Jufri Natsir saat di konfirmasi awak media menyayangkan masalah ini karna masalah ini sudah lama dan harusnya pihak terkait cepat ambil langkah, dalam hal ini Dinas Pendidikan ataupun Pemda duduk bersama dengan warga yang mengaku sebagai yang punya hak. Jangan hanya sebagai penonton.

Hingga berita ini di terbitkan, Sekolah SDN 153 Bontonompo masih tertutup, serta ketidak jelasan sampai kapan anak didik generasi pelanjut negeri ini akan belajar nyaman aman dan jelas. namun yang di sayangkan kepala Dinas pendidikan Takalar masih sibuk jadi penonton terbaik.

Laporan : Faisal Muang

JANGAN LEWATKAN