TAPD Dinilai Tidak Cermat, Ketua DPRD Enggan Menggaransi APBD Bantaeng Selesai Tepat Waktu

SinyalTajam.com, Bantaeng – Walaupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng melalui Wakil Bupati, H. Sahabuddin, telah menyerahkan rancangan APBD Bantaeng ke DPRD beberapa waktu lalu, namun hingga kini lembaga dewan melalui Badan Musyawarah (Bamus) belum juga menjadwalkan pembahasan rancangan tersebut.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Bantaeng Hamsyah Ahmad, mengakui, sejauh ini pihaknya memang belum mengagendakan pembahasan RAPBD, begitu juga Bamus belum menggelar rapat penjadwalan.

“Ya DPRD memang belum menyusun agenda rapat pembahasan APBD. Itu karena kami masih mengkaji dan mendalami dokumen publik tersebut. Termasuk mengevaluasi serapan anggaran perangkat daerah, terutama target maupun realisasi serapan anggarannya,” jelas Ketua DPRD, Selasa (19/11/2019) di kantornya.

Menurutnya, dewan akan memberikan catatan bagi perangkat daerah yang menggunakan anggaran belanjanya secara maksimal. Sebaliknya Bupati harus mengevaluasi bawahannya supaya betul-betul memperhatikan serapan anggaran.

Evaluasi perlu dilakukan secara intens, lanjutnya, DPRD juga akan mengambil sikap terhadap OPD yang target pendapatan maupun belanjanya tidak sesuai perencanaan.

“Kami berharap para pembantu bupati dapat memaksimalkan penggunaan anggaran. Agar target pencapaian bisa terealisasi secara maksimal,” ungkap politisi PPP ini.

Disinggung target penyelesaian pembahasan APBD, dia mengaku tak mau berspekulasi apakah bisa di paripurnakan atau tidak hingga batas waktu yang ditentukan. Sebab Bamus juga sampai sekarang belum menjadwalkan waktu pembahasan.

“Kami tidak bisa menggaransi apakah pembahasan APBD Bantaeng bisa dimaksimalkan atau tidak. Dan apakah bisa selesai sesuai aturan atau batas waktu yang ditetapkan,” tegas Hamsyah.

Namun yang pasti, pihaknya berupaya maksimal bekerja sesuai batas kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Meskipun Pemkab Bantaeng lambat menyerahkan draf APBD yang dimasukkan pada 31 Oktober 2019. Itupun dilembalikan karena ada kesalahan dan perlu dikoreksi.

“Baru melihat sampulnya sudah salah, termasuk bagian dalam isi rancangan juga agak kacau. Tapi kami maklumi ini bukan kesalahan fatal sehingga perlu segera diperbaiki. Namun ini membuktikan kalau TAPD tidak cermat menyusun RAPBD ini,” tandasnya. (asa)

JANGAN LEWATKAN