UPTD Terminal Pamatata Sebut Kerugian Ditaksir Ratusan Juta, Gedung Dibangun Kementerian Perhubungan Sejak 2004

Sinyal Tajam com, Selayar – Pasca peristiwa kebakaran yang terjadi di Terminal Pamatata Kabupaten Kepulauan Selayar langsung disikapi pihak terminal. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Pamatata, Syamsul Qadri, membenarkan terjadinya peristiwa yang menghanguskan Sedikitnya lima warung atau lapak di terminal.

“Iya kebakaran di Terminal Pamatata menghanguskan sedikitnya lima warung atau kios termasuk bangunan lantai dua yang dibangun Kementerian Perhubungan,” jelas Syamsul, ketika dikonfirmasi SinyalTajam.com, Minggu (24/11/2019).

Hanya saja, pihaknya bersama pihak Kepolisian belum dapat memastikan penyebab terjadinya kebakaran karena masih dilakukan penyelidikan pihak kepolisian.

“Memang ada info yang menyebutkan kalau kebakaran disebabkan dari kompor gas. Tapi mungkin saja ada faktor lain. Namun yang pasti masih dalam penyelidikan polisi,” ujarnya lagi.

Meski begitu, lanjut dia, diperkirakan jumlah kerugian atas peristiwa itu lebih dari Rp100 juta. Berdasarkan pengakuan dua pemilik warung, kerugian yang dialami ada yang Rp20 juta lebih dan Rp30 juta.

Jumlah tersebut belum termasuk kerugian yang dialami pemilik warung lainnya. Begitu juga taksiran kerugian gedung yang dibangun kementerian.

Syamsul Qadri mengatakan, warung atau lapak yang terbakar itu dibangun Kemenyerian Perhubungan sejak tahun 2004. Namun atas perhatian pihak Kementerian, bangunan tersebut di rehab pada 2018.

“Kementerian memang membangun beberapa lapak atau warung untuk berjualan. Termasuk membangun gedung lantai dua yang berada di tengah lapak. Saat terjadi kebakaran, warung dan gedung lantai dua ikut terbakar,” papar Syamsul.

Dari peristiwa ini, imbuhnya, pihak UPTD melalui Kepala Dinas Perhubungan Selayar, Andi Baso SH, MH, telah melaporkan ke kantor Balai Pengembangan Transportasi Darat Wilayah 19 yang merupakan perpanjangan wilayah kerja Sulselbar. (asa)

JANGAN LEWATKAN