Khawatir Berdampak Kesehatan dan Lingkungan, Lokasi Pembangunan Sport Center Bulukumba Dipindah

SinyalTajam.com, Bulukumba – Pembangunan Sport Center yang telah direncanakan sejak tahun 2017 berlokasi di Desa Polewali Kecamatan Gantarang Bulukumba, dipastikan tidak dapat dilanjutkan jika lokasinya tidak dipindahkan. Rencananya lokasi akan dipindah ke Desa Taccorong Kecamatan Gantarang.

Rencana pemindahan lokasi sport center itu diungkapkan Kabid Pertanahan, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Bulukumba, Aco Bahar. Menurutnya, lokasi tersebut dinilai bisa berdampak atau bermasalah dari sisi lingkungan karena terlalu dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah.

“Pemindahan lokasi ini dilakukan berdasarkan hasil kajian tim dan telaah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba. Banyak hal yang menjadi pertimbangan jika sport center tetap di bangun di lokasi itu,” jelas Aco Bahar, Kamis (5/12/2019).

Dikatakan, jika pembangunan sport center berdekatan dengan TPA, itu sangat berpotensi terpapar dampaknya seperti rembesan air lindi, munculnya penyakit, sebaran debu, polusi udara, bahaya gas metan serta kebakaran dan asap.

Dalam kajianya, kata Aco, TPA merupakan subzona penyangga yang pemanfaatanya hanya diperbolehkan untuk kegiatan industri seperti daur ulang, pengolahan sampah dan penimbunan barang bekas. Sedangkan untuk pemanfaatan lainya tidak dibolehkan termasuk sarana olahraga karena berdampak pada sisi kesehatan.

“Intinya hasil kajian dan pertimbangan tim hingga memindahkan lokasi sport center, itu juga sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 19/PRT/M/2012, tentang pedoman penataan ruang kawasan sekitar tempat pemrosesan akhir sampah,” beber Aco Bahar.

Hanya saja, ungkap dia, lokasi pembangunan sport center yang dipindah ke Desa Taccorong luasnya mengalami penyusutan alias berkurang di bandingkan di lokasi awal di Desa Polewali. Jika sebelumnya direncanakan seluas 7,8 hektare, kini berkurang menjadi 4,7 hektare.

Dia menambahkan, untuk penetapan lokasi pembangunan sport center di Desa Taccorouran dan penghitungan nilai tanah, bangunan dan tanaman. Ini dilakukan karena terkait rencana pembebasan lahan sport center.

Sekadar diketahui, pembebasan lahan pembangunan sport center di Desa Polewali telah dianggarakan sebayak dua kali. Pertama pada 2017, saat itu Pemkab bersama DPRD Bulukumba telah menganggarkan Rp5 miliar.

Kemudian 2018, kembali dianggarkan Rp7 miliar. Namun belum ada tanda-tanda untuk di bangun hingga muncul rencana pemindahan lokasi pembangunan di Desa Taccorong. (asa)

JANGAN LEWATKAN