Pemerhati Anti Korupsi Lutim Minta Pihak Polisi Telusuri Dana FDM 2019

Sinyal Tajam, Malili — Pelaksanan Festival Dana Matano yang telah di laksanakan baru-baru ini di Kecamatan Nuha pada Jumat, 29/11/2019 yang lalu menuai persoalan kontorversi.

” Pasalnya dana Rp.500.000.000,– melalui anggaran APBD Luwu Timur 2019, dinilai menghamburkan dana yang tidak jelas,” ucap Rukmanto pemerhati anti korupsi Luwu Timur kepada awak media 5/12/2019.

Melalui rilis yang diterima redaksi Sinyal Tajam.com bahwa berbagai elemen masyarakat, keluhkan Kegiatan Festival Dana Matano ini tidak efektif dan tidak tepat sasaran dalam mengelola anggaran yang di APBD lutim 2019.

“Coba bayangkan hanya digelar 3 hari saja, uang sebanyak Rp 500 juta amblas, yang tidak jelas peruntukannya dalam kegiatan FDM,” ucap Rukmanto.

Jika ini dana peruntukannya kepada pembangunan, mungkin jauh lebih bermanfaat ketimbang kegiatan FDM

” Seandainya di manfaatkan untuk pembangunan pendidikan sebesar Rp.500 Juta, bisa terbangun seperti bangunan ruang kelas belajar (RKB) bisa Jadi tiga RKB” tandas Rukmanto salah seorang pemerhati anti korupsi Luwu Timur kepada wartawan siang tadi.

Maka dari itu kami dari pemerhati anti Korupsi Luwu Timur, meminta untuk kepada pihak kepolisian resor (Polres) Luwu Timur untuk mengusut tuntas penggunaan anggaran FDM tersebut, karena diduga ada indikasi penyimpangan terkait pengelolaan anggaran.

” Kami juga berharap kepada pihak kepolisian untuk secepatnya mungkin memeriksa dinas yang terkait ,dalam hal ini dinas pariwisata Kab.Luwu timur untuk mengeluarkan data2 dana yang di habiskan sebesar 500 ribu,” ucapnya

JANGAN LEWATKAN