Rencana Pelantikan Kades Terpilih di Bantaeng akan Digelar 24 Desember

SinyalTajam.com, Bantaeng – Sebanyak 12 Kepala Desa (Kades) yang baru saja selesai berkompetisi di ajang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 16 Oktober lalu di Bantaeng, kini sedang menunggu pelantikan sebagai Kades definif.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bantaeng Chaeruddin Arsyad, menyebutkan direncanakan para Kades terpilih akan diambil sumpah dan janjinya pada 24 Desember mendatang untuk mengemban amanah masyarakat dalam memimpin desa masing-masing 6 tahun ke depan.

“Insya Allah pelantikan 12 kades yang baru saja terpilih mengikuti pilkades pada 16 Oktober 2019 lalu direncanakan pada 24 Desember nanti. Tapi mengenai lokasi atau tempat pelantikan itu akan ditentukan selanjutnya,” tutur Kadis PMD Bantaeng, Sabtu (7/12/2019).

Dia mengakui, pelaksanaan pilkades di daerah ini memang sempat memunculkan reaksi ketidakpuasan masyarakat terhadap proses yang berjalan. Tapi itu sangat lumrah dialam demokrasi yang bebas menyatakan pendapat, namun tetap mengedepankan nilai dan norma-norma di masyarakat.

“Tapi alhamdulillah Ini merupakan virus kebaikan karena akan semakin membuat kita dan masyarakat semakin dewasa dalam pelaksanaan demokrasi khususnya di Bantaeng. Saya pikir ini sama dengan menggaungkan nilai-nilai demokrasi yang bermartabat,” jelasnya.

Dikatakan, masyarakat di sejumlah desa sempat melakukan aksi tapi itu masih dalam tataran wajar dan tidak ada yang berlebihan. Semua masih dalam batas-batas koridor dan aturan yang berlaku. Reaksi warga hanya meminta penyelenggara bersikap transparan. Dan itu sudah dilakukan dengan sistem e-voting.

“Atas dasar itu, kami selaku instansi teknis penyelenggara k .o menjadwalkan rencana pelantikan kades terpilih. Itu karena sejauh ini tidak rsd laporan dari masyarakat yang seca cxra resmi menggugat hasil pilkades secara hukum di PTUN,” katanya.

Tapi meskipun ada pihak yang melakukan gugatan, imbuhnya, itu tidak bisa serta merta menghentikan proses yang sedang berjalan. Artinya gugatan bisa dilakukan namun tidak menghalangi proses. Kalaupun nantinya proses ini dianulir, maka harus dibuktikan dengan putusan hukum lewat pengadilan. (asa)

JANGAN LEWATKAN