Hindari Masalah Hukum, Ketua DPRD Bantaeng Bersitegas Enggan Teken Laporan Reses Fiktif

SinyalTajam.com, Bantaeng – Reses triwulan ketiga anggota DPRD Bantaeng yang dipastikan berakhir hingga Desember 2019 Ini, tampaknya harus betul-betul dimanfaatkan segenap legislator. Pasalnya, jika dilakukan hanya sebatas menggugurkan kewajiban, maka Ketua DPRD Bantaeng, Hamsyah Ahmad, juga bersikukuh tidak akan menandatangani laporan asal-asal alias fiktif.

Penegasan itu disampaikan Ketua DPRD, Hamsyah Ahmad, terkait pelaksanaan reses dewan yang sudah dimulai sejak dua pekan lalu dan dipastikan berakhir hingga Desember ini.

Apalagi persoalan ini sudah menjadi kesepakatan seluruh anggota DPRD yang menyatakan dukungan agar dapat betul-betul melakukan reses sesuai aturan dan harapan masyarakat. Tujuannya agar segenap legislator dapat betul betul menggali aspirasi di setiap akar rumput.

“Jadi mohon maaf kepada rekan-rekan dewan, saya tidak akan tanda tangani laporan setiap legialator jika tidak betul-betul melaukan reses. Insya Allah, cara tersebut akan diterapakan mulai tahun ini atau selama saya menjabat ketua DPRD,” cetus Hamsyah Ahmad, Selasa (10/12/2019) di ruang kerjanya.

Secara gamblang dikatakan, pihaknya tidak ingin ada istilah reses fiktif alias tidak dihadiri anggota dewan tapi dilaporkan telah dilaksanakan. Ini terpaksa diterapkan dalam rangka untuk mengubah maindset rekan anggota dewan yang sebelumnya hanya menyodorkan laporan untuk ditanda tangani.

Menurutnya, ini juga sekaligus untuk saling membiasakan diri, lebih dewasa dan lebih profesional dalam menjalankan tupoksinya sebagai wakil rakyat. Upaya ini juga untuk lebih memudahkan teman-teman agar bisa lebih dekat dengan konstituennya.

“Kita berharap jika reses ini betul-betul dilaksanakan, maka dapat lebih memperkuat hubungan emosional dan silaturahmi juga lebih erat. Malah konstituen bisa lebih terbuka untuk menyampaikan aspirasinya,” papar politisi PPP ini.

Sebagai alat kontrol dalam pelaksanaan reses ini, Ketua DPRD mengaku telah membentuk tim pendamping internal di DPRD. Tim ini ditugaskan untuk ikut serta mendampingi anggota dewan yang melakukan reses. Dengan begitu diharapkan agenda reses ini dapat berjalan optimal sesuai yang telah disepakati.

“Saya pikir apa yang kami lakukan sebagai upaya untuk mempersempit ruang terjadinya kesalahan dalam penggunaan anggaran negara terkait pelaksanaan reses. Sebab sangat kasihan kalau hanya persoalan yang hanya menggunakan anggaran kecil, tapi teman-teman legislator harus berurusan dengan hukum,” tandas Ketua dewan. (asa)

JANGAN LEWATKAN