Mantan Desa Ingkar Janji, Kepala Desa Jipang Kecewa, kinerja inpektorat Kab Gowa di Pertanyakan ?

Gowa, Sinyal Tajam .com–Desa jipang kecamatan Bontonompo Selatan Kab Gowa Propinsi Sulawesi Selatan, Di beritakan sebelumnya oleh beberapa media terkait pembanguman jalan paving blok yang amburadul terbengkalai tanpa yang di kerjakan oleh mantan kepala Desa Jipang, Rosdiati majid Dg Datu, yang menelan Anggaran uang Negara ratusan juta rupiah. jumat 13/12/2019.

Tanpa papan proyek jelas sudah tidak sesuai dengan Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik , serta tukang yang di pekerjakan ternyata bukan dari warga Desa jipang dimana selayaknya warga lokal lah yang harus di berdayakan dalam pengelolaan.

Diketahui pembangunan paving blok di dua dusun, yaitu dusun Alluka Sebesar Rp 166,117,800. dan dusun jipang sebesar Rp 121,224,800 yang diharapakan sudah selesai di bulan Maret, jadi tontonan yang menarik perhatian beberapa tokoh warga saat pihak inspektorat memeriksa langsung pembangunan mantan kepala Desa.

Pihak inspektorat Makmur Alam kepada media di lokasi saat memeriksa pekerjaan Rosdiati majid Dg Datu ( Mantan kepala Desa ) yang belum selesai pekerjaannya yang juga di hadiri Kepala Desa Arifuddin Kadir Dg Palalo, ketua LPM Faisal Dg Muang, kepala Dusun, serta beberapa tokoh warga, serta beberapa awak media mengatakan ” apa yang di periksa apa yang ditemukan dilapangan, kita ukur tidak sesuai kita laporkan “. Ungkap Makmur,

di minta tanggapan lebih lanjut diapun mengatakan bahwa itu kewenagan pimpinannya.” Kita memerisa saja yang berhak memberikan tanggapan itu pimpinan “. Tambahnya lagi.

Masih di tempat yang sama salah satu tokoh warga di ketahui suami dari kepala dusun yang sangat kesal campur geram melihat sikap dari salah satu anggota BPD ( Badan permusyawaratan Desa ) di ketahui bernama Arsad Leo, yang saat berada di lokasi bangunan menanyakan kepada kepala Dusun dimana RAB pekerjaan, dimana pengakuan dari kepala Dusun tidak dilibatkan dalam kegiatan, seharusnya Anggota BPD lah yang harus lebih tau kenapa sampai hal ini terjadi, dimana fungsi dan kewenangan BPD di desa sampai hal ini bisa terjadi.

Sebelumnya Pendamping Desa, Hendrik yang sempat bincang-bincang dengan awak media di kantor desa jipang, mengaku tidak bisa komentar banyak berhubung dirinya baru 3 bulan bertugas, jadi pendamping di Desa Jipang, “saya baru tiga bulan disini, tanyaki saja Bendahara (herlina) sama mantan Desa ( Rosdiati majid dg Datu ). “Tutur Hendrik.

investigasi, dan kompirmasi dan data dari beberapa sumber yang berhasil di kumpulkan tim media, mantan kepala desa Rosdiati Majid tidak pernah melibatkan warganya bahkan kepala dusun, Sehingga mengundang banyak kecurigaan warga, hingga kuat dugaan penyimpangan dalam pekerjaan ini, “kami tidak pernah di libatkan dalam pekerjaan ini ” jelas kepala dusun,.

” kalau mau lebih jelasnya, tanyakan saja sama mantan kepala Desa,. “Tambahnya lagi.

Terpisah sebelumnya Kepala inspektorat saat dikonfirmasi sangat berterima kasih pada media dan berjanji akan kerja sempurna bilamana ada yang kurang bagus dalam kewenangan pengawasannya. ” Apa yang kurang bagus di bawa, saya bisa bekerja dengan sempurna “.Jelas kamsina.

Khusus untuk desa jipang kepala inspektorat sementara sudah membentuk tim khusus.
” inspektorat sementara membentuk tim khusus “.tegasnya. Senin 02/09/2019.

Kembali di hari jum’at 13/12/2019, aparat desa Kaur, sekretaris dan kepala dusun di dampingi pendamping desa serta disaksikan langsung mantan kepala Desa , melakukan pengukuran dengan Alasan Bekup data, apakah sesuai uang atau tidak, kurangkah volume atau over, atas perintah dan sebagai laporan ke Dinas PMD ( pemberdayaan Masyarakat Desa ).

Masih di lokasi pembangunan, Saat Awak media mengambil gambar, spontan Rosdiati Majid Dg Datu ( Mantan kepala Desa ) mengatakan ” iya Kasi naikmi beritanya ” ucapnya singkat ke awak media.

Dikompirmasi terkait kedatangan inspektorat memeriksa pekerjaan pembangunan paving blok yang dikerjakannnya, di akuinya memang terlambat dikerjakan karna sedikit ada kasus dulu jadi kurang focus.

Diapun mengatakan kalau inspektorat sudah sering datang dan dia hadapi dan megatakan kepada awak media tidak ada masalah.
” kita ini sudah beberapa kalimi di datangai inspektorat dan kita hadapi ” terangnya kepada media.
” tidak adaji masalah ” ucapnya lagi.

Terpisah Kepala Desa jipang Arifuddin kadir Daeng Palallo mengungkapkan kekecewaannya terhadap Mandes di depan dua pendamping Desa dan awak media, dia menjelaskan bahwa perjanjian Antara dirinya dan mantan kepala desa ( Rosdiati Majid ) dalam berita acara kesepakatan bersama yang tidak di buktikan sesuai yang di saksikan dan di tanda tangani pihak inspetorat, Makmur Alam sebagai pengendali teknis dan Indar Dahlan sebagai Ketua tim.

Adapun perjanjian dalam berita acara kesepakatan bersama yang bermaterai yang harus di realisasikan mantan kepala desa terhitung mulai tanggal 22 november 2019 sampai 29 november 2019 ada 5 poin.

1. Pekerjaan paving Blok di dusun Alluka TA. 2019 Dengan Biaya sebesar Rp 166.117.800,00. Dengan Realisasi keuangan sebesar Rp 166.117.800,00. ( telah diterima oleh Saudaro Rosdiati Majid, SE Selaku kapala Desa Jipang yang Lama ).
2. Pekerjaan paving blok Di Dusun Jipang TA. 2019 Dengan Biaya Rp 121.224.800,00. Dengan Realisasi keuangan Sebesar Rp 65.622.800. ( telah diterima oleh sodari Rosdiati Majid, SE. Selaku kepala Desa jipang yang lama )
3. Hutang pajak sampai Dengan Bulan Mey 2019 Sebesar Rp 63.610.150. ( Bukti penyetoran Di sampaikan Ketim inspektorat Kabupaten Gowa ).
4. Laporan Bukti Pertanggung jawaban Bulan Januari s/d Mey 2019. Sebesar Rp 496.440.600. ( Disampaikan ke inpektorat kab Gowa ).
5. Bukti penyaluran Dana Bumdes Sebesar Rp 72.000.000 ( Di sampaikan Ke tim Audit Inspektorat Kabupaten Gowa ).

Hingga rilis berita ini diterbitkan ternyata selain pekerjaan pembangunan paving blok, masih ada beberapa masalah lain yang jadi tanda tanya besar dalam pemerintahan Mantan kepala Desa Jipang. Laporan ( Arsad Sijaya, faisal Muang ).

JANGAN LEWATKAN