Pembahasan dan Penetapan APBDes Desa Jipang Tanpa Kehadiran Ketua BPD.

Gowa, sinyaltajam_ Menjelang akhir tahun 2019 warga antusias menghadiri Rapat Pembahasan dan Penetapan APBDes (Anggaran pendapatan dan Belanja Desa) Desa Jipang, yang dilaksanakan BPD (Badan Permusyawaratan Desa), kecamatan Bontononpo Selatan Kab. Gowa, program kerja Tahun 2020 yang berlangsung di Aula kantor Desa, Selasa/31/12/2019 kemarin.

Kegiatan mulai sekitar pukul 11.00 Wita, siang sampai pukul 14.00 Wita meskipun sempat tertunda sejam dari waktu undangan pukul 10.00 Wita. Penundaan dengan maksud menunggu ketua BPD Cintya Afrilia, namun sangat disayangakan sang Ketua tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas.

Acarapun di buka Oleh wakil ketua BPD H Hamzah Beta, didampingi Kepala Desa Arifuddin Kadir Dg Palallo, Babinsa Serda Muhammad Nur, Pendamping Desa Hendrik, serta para Kepala Dusun, RT, RW serta tokoh warga sedesa Jipang.

Dari Agenda pembasan program prioritas APBDes yang di bacakan Sekretaris Desa Jamaluddin Dg Kulle di antaranya :
1. pembangunan internet desa (seragam 121 Desa) sebesar Rp 100.000.000
2. 1 desa 1 hafidz (beasiswa) Rp.50.000.000
3. Damkar Mini Rp.80.000.000
4. Patok menentukan Titik Kordinat Desa Rp.50,000,000
5. Insentif Kader KPM Rp 200,000/Bulan
6. SBU ( Standar Biaya Umum ) Rp 400.000
7. pelatihan Bendahara Desa Jipang Rp.5.000.000.
8. Honoriuam RT Rp.150.000.
9. Honoriuam RW Rp.200.000
10. Insentif kader Posyandu Rp.150.000/ bulan
11. penyusunan RPJM Desa 2021-2027 di sesuaikan.
12. IST & OJT Rp.31,000,000,
13. Transfort Kader Posyandu Rp.50,000/orng
14. Dana PKK Rp.60.000.000
15. Honorium Tripides Rp.600,000/bulan 16. Honorium PPKD Rp.300.000/bulan.
17. Tim Verifikasi Rp.850.000/kegiatan
18. Honorium pegelola Paud Rp.200,000/bulan
19. Honorium Tutor Rp.250,000/bulan.

Ketika jeda waktu untuk Audiens sekitar 10 menit, warga Dusun Sampole Tana dan Dusun Soreang menanyakan usulan sebelumnya waktu Musrembang, yaitu Pembangunan Drainase di dusun mereka. Sebab tidak masuk dalam program prioritas yang telah di bacakan Sekretaris Desa Jamaluddin Dg Kulle.

Salah seorang warga dari Dusun Sampole Tana sempat bertanya perihal rencana pembangunan saluran irigasi. “Saya atas nama masyarakat dari Dusun Sapole Tana. Sesuai keadaan kami, perlu ada pembangunan berupa saluran irigasi.” ungkap Amiruddin Dg Nippi

Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan lain dari Imam Desa dan warga lainnya yang mengusulkan agar ada Perdes (Peraturan Desa), yang dibuat oleh BPD dimana di harapkan bisa mengatur pungutan yang ada di desa agar jelas dan terarah, baik dari segi pengaturan ataupun asas manfaatnya yang bisa menghasilkan PAD (pendapatan asli Desa).

Mendengar beberapa keluhan dan aspirasi warga, Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Faisal Dg Muang, menyayangkan ketidak hadiran Ketua BPD Cintya Afrilia, mengingat kegiatan ini adalah kegiatan penting BPD untuk pembahasan dan Penetapan APBDes Tahun 2020.

“Ketua BPD Cintya Afrilia harusnya Hadir di tengah warga untuk memperlihatkan tanggung jawab dan kewenangannya sebagai ketua,” tegas Faisal menyayangkan.

Diketahui Pagu Alokasi Dana Desa (ADD ) Rp. 763.944.804. Serta Pagu Dana Desa (,DD )sebesar Rp 1.465.204.000 dengan total Anggaran Pendapatan Belanja Desa Jipang untuk tahun 2020 sebesar Rp. 2.229.148.804.

Usai acara pembahasan ditutup, Wakil Ketua BPD H Hamzah Beta melanjutkan Acara penetapan peraturan Desa, tentang Anggaran pendapatan Belanja Desa (APBdes) untuk tahun 2020 dan ditutup kembali setelah serah terima ke Kepala Desa Aripuddin Kadir Dg Palallo, untuk merealisasikannya di tahun 2020 mendatang.
(Syaruddin Sitaba, Arsyad Sijaya ).

JANGAN LEWATKAN