Satres Narkoba Polres Lutim “Hajar” Betis Bandar Shabu

Wotu, SinyalTajam.com- Satuan Reserse Narkoba Polres Luwu Timur kembali berhasil meringkus seorang bandar shabu asal Desa Balo Balo Kec. Wotu Jumat, 10/01/2020.

Rml (38) bandar shabu yang juga seorang petani, harus menahan perih akibat sebutir timah panas bersarang di betis sebelah kirinya usai di “hajar” (ditembak) oleh anggota Satres Narkoba Polres Lutim, karena mencoba melarikan diri ketika akan dilakukan pengembangan ke jaringan peredaran Narkotika jenis Sabu-sabu yang berada di wilayah kabupaten lain.

“Lelaki Rml (38) terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan ke betis kirinya setelah dilakukan tembakan peringatan sebanyak 3 (tiga) kali. Hal itu terpaksa kami lakukan, sebab dia sempat mencoba melarikan diri saat diperjalanan dalam upaya pengembangan pada jaringan yang lebih besar di wilayah kabupaten lain,” papar Kasat Narkoba Polres Lutim Iptu Hery. M dalam rilisnya.

Berawal dari laporan masyarakat, bahwa telah terjadi penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu di Kec. Wotu Kab. Lutim. Pelaku dilaporkan membawa sabu sejumlah 3 (tiga) ball.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satres Narkoba dan BKO serta Unit Opsnal lalu melidik target, dan kemudian pada pukul 23.30 WITA, pelaku Rml (38) berhasil disergap dan diamankan beserta beberapa barang bukti dan membawa seorang perempuan berinisial Elv. (32) sebagai saksi.

Barang bukti yang berhasil diamankan, yakni 1 kotak warna hitam, 1 kotak warna biru, 7 shacet berukuran sedang yang berisikan shabu seberat 14,21 gram, 2 shacet ukuran kecil seberat 0,68 gram di (Total kedua shacet seberat 14.87 gram).

Barang bukti lain yang juga sempat diamankan, 2 ball shacet kosong, 3 batang pireks kaca yang masih terdapat endapan shabu, 1 buah alat hisap (bong), 1 buah korek api gas yang masih terpasang dengan sumbu, dan 1 buah korek api gas warna kuning, serta 1 buah hp merk Samsung warna hitam dengan sim card 085397xxx.

Untuk kepentingan penyidikan, kini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polres Lutim. Dan diakhir rilisnya, Kasat Resnarkoba Iptu Hery. M menerangkan pelaku akan dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, atau seumur hidup hingga hukuman mati. (Mal)

JANGAN LEWATKAN