Menarik, Out Door Musyawarah Susun RPJMDes di Dusun Bunga Pantai Desa Bahari

Wotu, Sinyaltajam.com- Selenggarakan pertemuan untuk bermusyawarah pada ruang terbuka, ternyata sungguh menyenangkan. Selain suasana menyenangkan, kegiatan aut door seperti ini lebih mempererat persatuan diantara Pemerintah Desa dengan warga masyarakat.

Seperti yang dilakukan Pemdes Bahari di Dusun Bunga Pantai Kecamatan Wotu, saat menggelar musyawarah dalam penyusunan RPJMDes, Jum’at, (31/01/2020).

Ratusan masyarakat terlihat hadir antusias mengikuti proses tahapan penyusunan dokumen RPJMDes Desa Bahari.

Pelaksanaan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam proses tahapan penyusunan dokumen yang telah di atur dalam Permendes No. 17 Tahun 2019, tentang alur tahapan pelaksanaan penyusunan RPJMDes.

Hadir dalam acara tersebut Muh. Iqbal kordinator pendamping desa Kabupaten Luwu Timur yang juga sebagai Tenaga Ahli Infrastruktur Desa P3MD Kemendes PDTT, Kepala Desa Bahari Baso Pangerang, BPD dan pendamping desa.

Koordinator Iqbal sangat mengapresiasi animo dan partisipasi masyarakat untuk hadir bersama bermusyawarah terkait perencananaan pembangunan desanya sampai enam tahun mendatang.

“Terimakasih atas antusias masyarakat, dan saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Dusun Bunga Pantai Desa Bahari, tenyata memang sumberdaya kita disini sangat memadai, khusus di Dusun Bunga Pantai ini yang di dominasi tambak, dan kemungkinan tidak semua di miliki desa lain.” kata Iqbal antusias.

Olehnya itu, lanjutnya, perencanaan kita harus matang dan betul-betul menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama perencanaan dibidang pengembangan tambak. ungkap Tenaga Ahli Infrastruktur itu.

Baso Pangerang Kepala Desa terpilih yang baru dilantik bulan lalu, menyampaikan sesuai visi misinya, bahwa pembangunan Desa Bahari yang berkelanjutan harus menyentuh semua sektor yang ada di desa ini.

“Sesuai visi misi saya, pembangunan yang berkelanjutan harus menyentuh semua sektor, oleh sebab itu, inilah wujud dari transparansi Pemerintah Desa dalam pengelolaan anggaran sejak awal dan sampai enam tahun kedepan.” jelas Baso Pangeran.(tim)

JANGAN LEWATKAN