2020 BPN Bantaeng Targetkan 5.600 Bidang Sertifikat PTSL untuk 14 Desa

SinyalTajam.com, Bantaeng – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bantaeng memastikan skema 5.600 bidang sertifikat tanah dalam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diproyeksikan untuk 14 desa yang tersebar di 7 wilayah kecamatan.

Guna memantapkan teknis pelaksanaan, Kepala BPN Bantaeng Andi Muhammad Yusri, melakukan Sosialisasi Persiapan PTSL Tahun 2020 yang digelar di sejumlah desa selama tiga hari, 29 sampai 31 Januari 2020.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri Kepala Desa (Kades) calon penerima PTSL akan tetapi juga dihadiri Kelompok Masyarakat (Pokmas), BPKD, Bagian Hukum, Camat serta perwakilan dari Polres dan Kejari Bantaeng.

“Kabupaten Bantaeng dapat jatah 5.600 bidang tanah untuk tahun 2020. Jumlah ini alami peningkatan dari tahun 2019 lalu yang hanya sekitar 3.500 bidang tanah. Lokasi masih didaftar (list) ada 14 desa,” terang Kepala BPN Bantaeng, Sabtu, (7/2/2020) di kantornya.

Dia meminta masyarakat agar bersabar menunggu program PTSL guna untuk mensertifikatkan tanah masing-masing. Ini lantaran skema program secara teknis sudah disiapkan BPN Bantaeng.

“Tujuannya agar mendapatkan peta bidang desa lengkap. Seluruh bidang tanah akan didaftarkan. Kami pun siap turun ke masing-masing desa dengan membentuk tim panitia ajudikasi,” ujarnya.

Sesungguhnya, kata dia, biaya yang timbul dari program ini semuanya gratis dan sudah ditanggung negara. Cuma berdasarkan peraturan 3 menteri yang diperkuat dengan perbup Bantaeng maka ditetapkan pembayaran Rp250 ribu plus pajak jika dikenakan.

Hanya saja, terkadang muncul kendala di lapangan karena warga kurang pastisipatif untuk menyerahkan bukti-bukti kepemilikan tanah dan perhitungan mengeluarkan dananya Rp250 ribu serta menghindari pembayaran pajak.

Padahal ada keringanan pajak dari Pemkab Bantaeng sebesar 85 persen. Sebenarnya ini untuk kepentingan masyarakat sendiri ketimbang mereka mengurus sertifikat sendiri yang harus mengeluarkan dana lebih besar. Sesuai data, Bantaeng masih butuh lebih dari 50 ribu bidang tanah yang perlu diisertifikatkan. (asa)

JANGAN LEWATKAN