Pemberdayaan Public Figures Dalam Diseminasi Informasi Kepolisian

JAKARTA,sinyaltajam.com – Saat pameran besar kendaraan bermotor seperti IIMS, GIIAS dan Indonesia Modification Expo (IME) dilakukan tiap tahun, kita melihat tidak sedikit wanita cantik berpenampilan menarik dengan tata bicara sistematik, sibuk memarketing-kan produk kendaraan di tiap stand.

Bos otomotif rela membayar mahal para wanita profesional ini hanya untuk menyampaikan message kepada para pengunjung tentang keunggulan produk masing-masing sehingga pengunjung tertarik untuk membeli kendaraan tersebut. Apa jadinya kalau message tersebut disampaikan oleh profil yang tidak tepat?

Pemberdayaan wanita cantik oleh bos otomotif dalam pameran itu merupakan salah satu strategi Diseminasi Informasi. Dalam dunia Public Relations, Diseminasi Informasi itu sendiri dapat dimaknai sebagai proses penyebaran informasi yang direncanakan, diarahkan dan dikelola.

Semua lembaga pasti sudah memiliki strategi diseminasi informasi masing-masing, termasuk Polri. Dari sekian banyak strategi, salah satu yang umum dilakukan adalah dengan pemberdayaan public figure, sosok yang dikenal luas oleh publik karena posisinya sebagai pejabat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama, artis, ratu kecantikan, olahragawan, bahkan pegiat sosial dengan followers besar.

Berbeda dengan perusahaan swasta yang berorientasi profit, diseminasi informasi oleh Polri dan lembaga negara lainnya ditujukan pada publik sebagai bentuk Edukasi dan Sosialisasi untuk membangun pemahaman (Understanding).

Fungsi humas Kepolisian yang mengelola cukup banyak lintasan informasi publik harus memiliki strategi yang handal dalam men-diseminasi informasi tersebut. Jika salah memilih public figures, maka tujuan diseminasi informasi tidak akan tercapai.

Humas Polri pada 2011 lalu memberdayakan Miss Universe Leila Lopez juga top ten Miss Universe 2019 dari Indonesia, Frederika Alexis Cull sebagai Duta Anti Narkoba dan Duta Humas Polri. Pada acara penanaman pohon memperingati Hari Sejuta Pohon se-Dunia dan Hari Lingkungan Hidup Nasional 11 Januari 2020 lalu, panitia menghadirkan Iwan Fals tidak hanya untuk menghibur namun juga men-diseminasi informasi tentang pentingnya pohon melalui lagu Hutan-ku, ciptaannya sendiri.

Ustad Das’ad Latif, ulama dari Sulawesi Selatan yang melek media sosial dan kerap menyampaikan tausiah dengan joke segar-nya juga diberdayakan sebagai penyampai pesan moral tidak hanya untuk publik namun juga untuk internal Polri. Lintasan public figure tampil untuk menyampaikan beragam informasi penting kepada publik sebagai implementasi strategi diseminasi informasi oleh humas kepolisian.

Meski belum optimal, penulis sudah pernah belajar untuk memberdayakan Bunda Ella, seorang youtuber Makassar yang followernya sangat banyak pada Oktober 2019 silam. Bunda Ella datang ke Polres Gowa dengan misi mendorong publik untuk peduli korban bencana alam dan memberi pemahaman tentang demonstrasi anti anarkis. Peristiwa rusaknya mobil patroli Polres Gowa akibat aksi anarkis para pendemo di depan Kampus UNM Makassar pada 28 September 2019 lalu mendorong penulis memberdayakan Bunda Ella sebagai penyampai pesan anti anarkis kepada publik.

Upaya untuk mendapatkan public concern memang tidak mudah, karenanya, penting untuk senantiasa men-diversifikasi strategi diseminasi informasi. Pada prinsipnya, siapa yang mampu men-diseminasi informasi dengan lebih attraktive pasti akan menjadi pemenang dalam dunia kehumasan.

(Opini: AKBP Shinto Silitonga, Kasubag Opini Divhumas Polri)

JANGAN LEWATKAN