Dianggarkan Pemkab Lutim Rp 2 M, RSUD I Lagaligo Kawal Program Tebus Obat Pasien

LUTIM,sinyaltajam.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan memiliki cara tersendiri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dan masyarakat pada umumnya.

Plt.Direktur RSUD, dr. Benny mengaku bahwa pelayanan terus dibenahi agar bisa memberikan pelayanan terbaik, salah satunya membuka diri menerima masukan dan sumbangsih pemikiran masyarakat.

“Kami ingin menjadi yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami juga selalu butuh saran dan masukan,” katanya saat berbincang dengan sinyaltajam.com di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Plt Direktur RSUD I Lagaligo dr.Benny,M.Kes

Mantan Kepala PKM Malili tersebut meminta agar masukan ataupun keluhan dari masyarakat disampaikan sesuai prosedur yang ada, agar bisa dengan cepat ditindak lanjuti. Setidaknya disampaikan langsung ke RSUD atau ke tempat pengaduan yang tersedia.

Menurut dr. Benny, ada program Pemkab Lutim yang dinilai akan sangat membantu masyarakat yang kesulitan membeli atau menebus obat bagi warga yang sakit.

“Ini merupakan kali pertama di tahun 2020 terobosan Bupati Lutim memberikan subsidi obat bagi masyarakat yang kesulitan membeli obat,” jelasnya.

Dijelaskan, Pemkab Lutim berupaya menyembuhkan warga yang sakit lewat bantuan subsidi obat senilai Rp 2 Miliar. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warganya agar terbebas dari beban membiayai keluarganya yang sakit.

Plt.Direktur RSUD ini juga menjelaskan, Pemkab Lutim membantu menebus obat bagi warga miskin khususnya bagi jenis obat yang tidak ditanggung BPJS. Intinya Pemerintah Daerah peduli dan tidak ingin melihat warga atau pasien yang keluarkan biaya ketika sakit hingga dinyatakan sehat.

Lewat program unggulan Bupati ini, lanjut dr. Benny, pihaknya berupaya untuk lebih memaksimalkan layanan kepada masyarakat atau pasien. Sedapat mungkin akan melakukan yang terbaik bagi pasien demi kemajuan sistem pelayanan rumah sakit.

Terkait program peduli meringkan beban masyarakat terhadap pembelian obat, itu sudah dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) terhadap sejumlah apotek yang sudah di tunjuk di daerah ini.

(tim)

JANGAN LEWATKAN