Covid-19/Virus Corona:  Antara Penanganan, Libur, Transparansi, Politik dan  Senjata Biologi

MAKASSAR,sinyaltajam.com – Seketika semuanya gelisah dan takut atas wabah virus Covid-19/Virus Corona, khusus di Indonesia terhitung sudah berjumlah 96 orang yang positif terjangkit, diantaranya lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Sebagaimana kita ketahui, virus ini hadir sejak akhir tahun 2019 bersumber di Kota Wuhan-China, sehingga menyebar ke berbagai Negara, termasuk Indonesia tentunya. Sampai saat ini belum ada vaksin yang ditemukan untuk melawan virus tersebut.

Tetapi, di Indonesia sendiri, awalnya menyikapi virus tersebut sedikit begitu santuy, mulai dari pernyataan sikap pemerintah maupun beberapa pihak yang mengatakan di Indonesia tetap aman-aman saja. Entah, apa alasan di balik santuy tersebut waktu itu, sehingga kita di Indonesia sendiri kurang bersiap membentengi semuanya.

Mungkin saja, Pemerintah kala itu, mengharapkan masyarakat tetap tenang, dengan segala kecemasan, jangan sampai Masyarakat Indonesia terlalu khawatir hingga jiwa bar-bar kita melonjak karena ketakutan itu, yang pada akhirnya, mungkin, berakibat penjarahan dan sebagainya.

Alhasil, baru sekarang kita merasa terancam, berbagai cara telah dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus tersebut, di Indonesia sendiri sudah banyak wacana untuk meliburkan seluruh aktivitas. Bahkan PSSI bersama Menpora sepakat menghentikan pertandingan Liga 1 dan Liga 2.

Namun, Pemerintah Pusat hingga Daerah, harus memikirkan langkah cerdas dan solutif yang mampu mengimbangi semua ini, jangan sampai seluruh aktivitas dihentikan dengan iming-iming sementara, namun akhirnya semuanya lumpuh total, termasuk perekonomian dan proses pendidikan, sehingga itu lebih berakibat fatal.

Jujur, awalnya saya kurang begitu asik dan mau mengikuti update status tentang pemberitaan Corona tersebut. Sebab saya memang yakin, semua ini tidak terlepas dari perpolitikan dan kepentingan para elite dunia semata.

Bahkan saat ini Negara mulai saling menyalahkan atas kejadian tersebut, mulai dari mantan Intelejen Israil yang menuding, virus tersebut bersumber dari bocornya lab Militer China yang digunakan sebagai Senjata Biologi. Sedangkan Jubir Kemenlu China sebut virus Corona mungkin dibawa di Wuhan oleh Tentara Amerika Serikat untuk menyerang China pasca kalahnya pada saat perang dagang.

Terlepas dari itu semua, kami memohon sebagai warga biasa dengan sangat kepada para kaum elite, agar semua ini dapat dihentikan, terlebih atas kecemasan ini. Nyatanya kini, sudah banyak beberapa Daerah di Indonesia yang terindikasi terjangkit virus tersebut. Bahkan seketika jumlah korban sudah membeludak.

Masyarakat sangat butuh transparansi, andaikata masyarakat belakangan ini tidak mendesak pemerintah memberikan transparansi terkait penanganan wabah Virus Corona atau Covid-19, mungkin saja pemerintah hanya terus tinggal diam, seolah semuanya baik-baik saja.

Alhasil Pemerintah Indonesia sudah seperti Pemerintah China, yang awalnya menutup-nutupi akan tetapi setelah semuanya terjangkit dan banyak memakan korban, barulah pemerintah kalangkabut sehingga memakan korban yang sangat signifikan.

Terpenting, mari kita menguatkan diri untuk terus berdoa dan terus mengikuti instruksi dari pemerintah pusat dalam penanganan penyebaran virus tersebut.

Opini : Muhammad Fepi

JANGAN LEWATKAN