dr. Rosmini Pandin: Lakukan Physical Distancing Paling Efektif Hindari Penularan Covid-19

Malili, Sinyaltajam.com– Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Rosmini Pandin menghimbau warga agar sebaiknya lebih memahami dan melakukan Physical Distancing (jarak fisik) yang dinilai efektif hindari penularan Covid-19. Rabu, (08/04/2020).

“Selain menggunakan masker dan sering mencuci tangan dengan sabun, tindakan menjaga jarak fisik (physical distancing) merupakan hal yang sangat efektif dan harus dilakukan guna menghindari penularan Covid-19. Mohon jangan disepelekan jarak fisik ini,” tegas dr. Rosmini saat ditemui Sinyaltajam.com.

Apalagi saat ini, lanjut dr. Rosmini, ternyata banyak kasus positif corona terkonfirmasi yang tertular dari Orang Tanpa Gangguan (OTG), yang mana hal ini memang tidak dapat terdeteksi.

“Ini bisa siapa saja tanpa disadari ternyata membawa virus. Untuk itu jaga jarak fisik anda dengan siapapun, paling dekat satu meter jaraknya namun sebaiknya lebih dari satu meter. Sebab, misalnya saat berbincang dengan orang yang membawa Covid-19, virus tersebut bisa jadi melayang di udara dan jatuh hinggap di tubuh orang. Namun jika kita tetap menjaga jarak, virus yang melayang di udara tidak sampai jatuh dan hinggap pada tubuh kita.” Ungkapnya menjelaskan.

Hal lain yang juga menjadi perhatian Plt. Kadis Kesehatan Kab. Lutim tersebut, yakni penggunaan disinfektan yang secara berlebihan.

Menurutnya, bahan yang dipakai untuk penyemprotan disinfektan seperti Bayclin, Wipol dan Super Pell, adalah bahan yang cukup berbahaya bagi tubuh manusia.

“Saat ini, pihak kami sementara melakukan penelitian terkait penggunaan bahan disinfektan tersebut. Sebaiknya jangan menggunakan secara berlebihan bahan-bahan disinfektan itu, apalagi melakukan penyemprotan setiap hari,” jelasnya.

Sedapatnya yang disemprot itu seperti gagang pintu, HP dan benda padat lain yang berada di sekitar kita saja, dan jangan sampai menyemprot bagian tubuh. Bisa berbahaya, logam saja jika terkena disinfektan tersebut bisa mengalami korosi, apalagi tubuh manusia. Kata dr. Rosmini mengakhiri. (Mal)

JANGAN LEWATKAN