Harga Pupuk Melonjak, Bersama Disdag UKM, Distan Lutim Temui Petani Mahalona

MAHALONA,sinyaltajam.com – Menindak lanjuti informasi pemberitaan dari media sinyaltajam yang tayang pada Kamis (16/04), Dinas Pertanian Lutim menggandeng Dinas Perdagangan dan UKM, turun langsung ke petani di lima desa di Mahalona Raya kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Sebagaimana yang disampaikan Ketua Gapoktan Sahrul saat menceritakan adanya keluhan petani ke Dinas terkait, bahwasanya petani di wilayah lima desa di Mahalona Raya menjerit dengan melambungnya harga pupuk bersubsidi jenis Phonska yang mencapai harga Rp 140. 000 bahkan Rp 150.000.

Sahrul pun meminta ke dinas terkait untuk membantu petani agar harga pupuk tersebut di turunkan sesuai HET.

Kemudian seorang petani menjelaskan kalau petani di saat membeli pupuk tidak pernah mendapat nota pembelian yang seharusnya jadi bukti pembelian petani ke pengecer.

Baca:Harga Phonska Melambung, Petani Di Mahalona Raya Menjerit

Di kesempatan yang sama salah satu petani juga mengatakan bahwa dirinya pernah membeli pupuk di kios yang bukan pengecer resmi karena saat itu dia sangat membutuhkan pupuk tersebut.

Menanggapi keluhan Petani, Kabid PSP dan Kasie Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Lutim, Lina mengatakan saat pertemuan di kantor desa Libukan Mandiri yang di hadiri beberapa orang kelompok tani dan 1 orang anggota PPL, ditemukan hasil investigasi dari beberapa desa semua petani mengatakan keluhan yang sama bahwa petani membeli pupuk dengan harga mahal.

Lina pun menjelaskan ke petani saat menebus pupuk harusnya ada nota pembelian dari kios pengecer yang di stempel dan di tandangani,” ujarnya di depan petani, Jum’at (17/04/2020).

Dan selama ini yang terjadi di petani tidak pernah mendapakan nota penebusan pupuk dan parahnya lagi pupuk bersubsidi itu terkadang dibeli dikios lain yang bukan pengecer resmi sementara pupuk bersubsidi tidak boleh dijual di sembarang tempat harus sesuai aturan yang berdasarkan eRDKK.

Sementara itu, Aswan Kepala Seksi Pengawasan Barang Beredar (UKM) Lutim, sewaktu di konfirmasi mengatakan “Dari hasil investigasi kami di tiga desa itu rata rata petani memperoleh pupuk bersubsidi dengan harga Rp 140.000 rupiah dan petani rata rata tidak mendapatkan nota saat penebusan pupuk,”

Aswan Kepala Seksi Pengawasan Barang Beredar (UKM) Lutim

Adapun pihaknya dari dinas berharap melakukan evaluasi kepada pengecer yang ada di Mahalona ini, dengan hasil investigasi itu di harapkan distributor menindak lanjuti hasil investigasi ini ke pengecer dan mengundang pengecer mengevaluasi penyaluran pupuk dengan aturan yang berlaku,

“Ini kami baru melakukan pengambilan data dan hasil yang kami peroleh dari petani akan kami laporkan ke pimpinan.Dan mungkin nanti akan ditindak lanjuti Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3),” ucap Aswan.

Adapun Ansar, Ketua Kelompok Tani Harapan Mulia mengatakan dirinya sebagai ketua kelompok tani tidak pernah mendapatkan pupuk dalam beberapa tahun ini.

Ansar, Ketua Kelompok Tani Harapan Mulia

” Hanya tahun 2010 sampai akhir 2015 saya ambil pupuk di Surya Tani di Wondula dengan harga HET Rp 115.000 kalau terima di Mahalona harga Rp 125.000 dengan ongkos mobilnya. Tapi selama saya keluar dari Surya Tani, harga pupuk yang saya dapat sudah tidak standar, sejak kios Reski Tani saya tidak pernah dapat pupuk bersubsidi sementara di sini pupuk bersubsidi yang dijual bukan lagi harga subsidi,” ujar Ansar kepada sinyaltajam.

(tim)

JANGAN LEWATKAN