Kunjungi Posko Covid-19 di Perbatasan, Husler Semangati Petugas dan Relawan

Burau, Sinyaltajam.com– Bupati Luwu Timur Ir. H. Muh. Thoriq Husler yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 lakukan kunjungan dibeberapa posko di Kecamatan Burau, Senin, (20/04/2020).

Pada kunjungan tersebut, Husler kerap terlihat menyemangati para petugas dan relawan yang saat itu sedang melaksanakan tugas dalam memproteksi dan mengidentifikasi warga yang melintas di perbatasan Kab. Lutim dengan Kab. Luwu Utara.

“Posko Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 yang ada di Kecamatan Burau Desa Lauwo ini adalah Posko yang berada di pintu gerbang wilayah perbatasan Kab. Lutim dan Kab. Lutra,” ujar Husler.

Di posko inilah, tambah Husler, Gugus Tugas harus berperan aktif, sebab merupakan pintu masuk. Sehingga selain harus memiliki semangat, petugas dan relawan juga harus bermental kuat dalam melayani, memproteksi dan mengidentifikasi setiap orang yang melintas.

Sekedar diketahui, setiap hari tercatat 500 hingga 600 orang yang melintas masuk ke Kab. Lutim. Dari sejumlah itu, setiap orang harus menjalani pendataan dan pemeriksaan oleh petugas posko, termasuk harus menjelaskan maksud dan tujuannya masuk ke wilayah Kab. Lutim.

Selain itu, ketika para warga menjalani pendataan dan pemeriksaan, petugas posko yang lain melakukan penyemprotan disinfektan pada kendaraan yang ditumpangi para warga, sehingga terpantau Posko di perbatasan yang berada di Kec. Burau itu, memang sangat sibuk. Bahkan kerap kali terjadi kemacetan.

Kapolsek Burau, Aiptu Agusman menuturkan sebaiknya di posko perbatasan tersebut harus ada delegasi yang ditunjuk sebagai penanggungjawab posko. Pasalnya, tingkat pelayanan setiap saat (1×24 jam) sangat sibuk dan padat, sehingga para petugas dan relawan kerap kewalahan melayani orang yang melintas.

“Menurut kami, sebaiknya di posko perbatasan ini ada yang ditunjuk sebagai penanggungjawab posko, sebab gabungan petugas dari beberapa instansi yang ada, bisa bekerja lebih fokus lagi. Saat ini, semua petugas dan relawan dalam tugasnya masih berdasarkan instruksi dari instansi masing-masing, sehingga yang nampak hanya melaksanakan tugas seadanya saja,” ungkap Aiptu Agusman.

Paling tidak, lanjutnya, di posko perbatasan itu minimal diberi tambahan personil, sehingga petugas dan relawan dapat mengatur jadwal pelayanan yang lebih baik.

“Jika tidak dimungkinkan ada delegasi yang ditunjuk sebagai penanggungjawab posko, setidaknya ditambah jumlah personil setiap instansi, sehingga tidak ada lagi petugas yang harus kelelahan melayani para pelintas seperti yang dialami petugas penyemprotan dari Instansi BPBD yang hanya 2 orang bertugas selama 3 x 24 jam tanpa istrahat,” pungkas Kapolsek Burau Aiptu Agusman.
(Mal)

JANGAN LEWATKAN