Zona Merah di Towuti, Posko Covid-19 Desa Asuli Diubah Jadi Posko Kabupaten Guna Perketat Pengawasan

Towuti, Sinyaltajam.com– Ditetapkan sebagai Zona Merah membuat pemerintah Kecamatan Towuti menggelar rapat evaluasi kegiatan posko. Hasilnya, diputuskan bersama bahwa Posko Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 yang berada di Desa Asuli itu, bakal diubah menjadi Posko Kabupaten. Rabu, (29/04/2020).

Perubahan Posko Desa menjadi Posko Kabupaten dilakukan untuk memperketat pengawasan terhadap perlintasan warga dalam rangka Pencegahan Penanganan Covid-19 di wilayah Kecamatan Towuti.

Hal itu menjadi keputusan bersama dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kab. Lutim H. Usman Sadik, Anggota DPRD Arifin, S.Ag, Suprianto SE, Camat Towuti Alimuddin Nasir, Kapolsek Towuti M. Wemben S.Sos, Danramil 1403-16 Nuha dan beberapa Kepala Desa serta para Ketua BPD berikut Tokoh Masyarakat.

Kepada Sinyaltajam.com, Camat Towuti Alimuddin Nasir menyebut ada beberapa poin dalam kesepakatan bersama tersebut yang akan disosialisasikan selama 3 hari sebelum keputusan itu resmi diberlakukan.

“Dalam Kesepakatan Bersama tersebut diantaranya Yakni Pertama, meminta kepada Pemda Lutim untuk merubah Posko Desa Asuli menjadi Posko Kabupaten,” ujar Alimuddin.

Poin kedua, Tidak ada lagi hari pasar/hari sabtu dan Ramadhan se kec.Towuti, kecuali pasar rutin (pasar hari-hari). Ketiga, Tidak diperbolehkan penduduk dari luar luwu timur masuk ke wilayah Kec. Towut. Keempat, Terkait dengan mobil logistik/mobil pengangkut sembako tetap diperbolehkan masuk Kec. Towuti dengan catatan: Mobil diperiksa di posko dan dipantau keberadaannya, Petugas posko berkoordinasi dengan tempat bongkar barang, Menitip identitas di posko dan mengambil pada saat pulang.

Poin Kelima, lanjut Camat Towuti, Masyarakat/warga Towuti yang akan melakukan perjalanan keluar daerah harus mengambil surat keterangan dari masing masing desanya. Poin Keenam, Bagi penduduk lutim yg telah melakukan perjalanan dari luar Lutim harus melakukan karantina mandiri. Ketujuh, Mobil angkutan umum tidak diperbolehkan masuk di wilayah Kec. Towuti termasuk mobil pribadi yang digunakan untuk angkutan umum.

Kemudian Poin Kedelapan, Mobil penganggkut pupuk kandang tidak diizinkan masuk ke wilayah Kec. Towuti sampai pada waktu yg tdk ditentukan. Pembongkaran pupuk dilakukan di area Enggano. Kesembilan, Masyarakat Kec. Routa Kab. Konawe Sulawesi Tenggara diperbolehkan masuk di wilayah Kec. Towuti dengan membawa rekomendasi dari kepala Desa masing masing dan menitipkan identitas/KTP di posko pelabuhan timampu.

Pada Poin Kesepuluh, Jadwal keberangkatan mengikuti jadwal penyebrangan 5 Desa (loeha Raya). Sebelas, Petugas posko berkewajiban memeriksa identitas masyarakat. Poin Keduabelas, Penjagaan posko 1 X 24 jam. Ketigabelas, Masyarakat wajib memakai masker ketika keluar rumah. Dan Keempatbelas, Untuk sementara waktu pelaksanaan Ibadah dilakukan di rumah masing-masing sesuai maklumat bersama.

Serta Poin yang terakhir, tandas Camat Towuti Alimuddin Nasir, Maklumat bersama FORKOPIMDA, kementerian Agama dan FKUB Luwu Timur dibacakan serentak di rumah rumah Ibadah.
(Ilham/Muhadin)

JANGAN LEWATKAN