Seorang Wanita Hamil Asal Jeneponto Diduga Positif Covid-19 Berdasarkan Rapid Test

Bantaeng, Sinyaltajam.com – Seorang ibu hamil berinisial H (36) warga Kabupaten Jeneponto yang akan menjalani operasi Caesar diduga positif Corona berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan pihak Rumah Sakit Prof. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Bantaeng, dr. Andi Ihsan M.Kes, membenarkan adanya salah seorang ibu hamil yang sedang dirawat di rumah sakit kebanggaan daerah ini positif Corona. Namun hasil tersebut belum bisa dinyatakan terpapar covid-19 sebab baru hasil uji rapid test.

“Benar ada ibu hamil dari Jeneponto diduga positif mengidap virus Corona. Tapi itu masih hasil Rapid Test. Sebab diketahui tingkat kepekaan Rapid Test ini hanya 70% sehingga masih berpeluang terjadinya hasil positif palsu alias negatif sehingga butuh pemeriksaan PCR,” ungkap dr. Andi Ihsan, Minggu (3/5/2020).

Jadi untuk mengetahui hasil resmi apakah ibu hamil itu terpapar virus corona atau tidak, masih harus menunggu perkembangan lebih lanjut untuk mengetahui hasil Swab Test.

Dia menerangkan, pasien perempuan tersebut dirawat di RSUD Bantaeng untuk menjalani proses operasi caesar atas indikasi medis tertentu. Namun sebelum menjalani operasi SC, pasien terlebih dulu diperiksa menggunakan alat uji Rapid Test Covid-19.

“Alhasil pasien tersebut reaktif atau diduga positif virus Corona. Kondisi itu kemudian memaksa petugas medis menjalani operasi dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) Standar Pencegahan Covid-19,” jelas Kadis Kesehatan Bantaeng ini.

Saat ini pasien telah di isolasi di Ruang Perawatan Isolasi dan telah dilkukan pengambilan sampel Swab untuk dilakukan pemeriksaan PCR guna memastikan apakah jenis virus yang menginfeksi adalah MERS Cov-2 ataukah varian virus corona yang lain.

Sedangkan tenaga medis yang melakukan tindakan terhadap pasien tersebut yang jumlahnya mencapai 20 orang, harus menjalani karantina mandiri yang disebut-sebut di tempatkan di lantai delapan rumah sakit sambil menunggu hasil pemeriksaan Swab Test pasien tersebut.

Untuk itu, mantan Ketua IDI Bantaeng ini berharap kepada masyarakat supaya tidak panik dalam merespon hasil rapid tes ini. Karena hasil tersebut belum bisa langsung divonis positif corona.

“Kita meminta kepada masyarakat jangan panik, karena hasil yang di rapid tes hanyalah antibodi, bukan hasil pengambilan sampel tenggorokan. Kita juga berharap masyarakat selalu waspada dan selalu menjaga kebersihan serta tetap mematuhi protokoler yang telah ditetapkan pemerintah,” harapnya.

Terpisah, Koordinator Tim Pengendali dan Pencegahan Covid-19 RSUD Prof. Anwar Makkatutu, dr. Hikmawati membenarkan adanya pasien asal Jeneponto yang masuk pada hari Sabtu (2/5/2020) dan dirawat di ruang isolasi RSUD sambil menunggu hasil PCR dari sampel Swab yang telah dikirim.

Dikatakan, Kalau masalah riwayat gejala klinis yang dialami pasien itu tidak ada. Namun dari hasil wawancara, diketahui suami pasien kerap melakukan perjalanan ke Makassar.

“Intinya pihak rumah sakit telah melaksanakan protokol pelayanan dengan melakukan screaning dan rapid tes. Bahkan pasien seperti ini bukan yang pertama sehingga masyarakat tak perlu panik namun tetap waspada,” pungkas dr. Hikma. (asa)

JANGAN LEWATKAN