Dinas Tarkim Bergerak Optimal Tunaikan Tugas Dari Pemangku Kebijakan

Capaian Dinas Tarkim

Malili,Sinyaltajam.com–Guna mendukung program Renstra dalam rangka merealisasikan visi – misi dan program yang telah ditetapkan Bupati Luwu Timur, Dinas Pertanahan Perumahan dan Kawasan Pemukiman, terus berupaya mendorong serta mewujudkan tercapainya sasaran pembangunan yang telah ditetapkan dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.

Kepala Dinas Tarkim Kabupaten Lutim, mengatakan, jika mengacu pada Renstra maka perencanaan pembangunan difokuskan untuk memberikan arah/strategi pembangunan yang komprehensif. Sehingga sasaran strategis yang ingin dicapai dapat dilakukan secara optimal.

Makanya berbagai upaya telah digalakkan untuk mendukung pembangunan khususnya di bidang keciptakaryaan, tata ruang dan kebersihan. Beberapa program kegiatan yang dilaksanakan dinilai telah melampaui target seperti program bedah rumah dan pembangunan rumah deret.

“Alhamdulillah beberapa program yang direncanakan sebelumnya dapat berjalan dengan baik dan melampaui target. Sebut saja program bedah rumah dan pembangunan rumah deret. Kedua program ini sudah selesai 100 persen. Ini semua terlaksana atas kerjasama dan keompakan seluruh jajaran terutama dukungan bapak Bupati,” ungkapnya.

Melalui penyaluran dana BSPS atau program bedah rumah ini, perputaran uang tetap berjalan di daerah karena anggaran yang digulirkan pemerintah lewat perbankan, bisa turut dirasakan masyarakat dan toko-toko bangunan.

Terutama masyarakat yang dapat bantuan itu dapat mengerjakan sendiri dengan padat karya atau bisa dengan bantuan tukang sehingga penghasilannya tetap menopang hidupnya.

Program BSPS atau lebih dikenal dengan program bedah rumah, menurut dia, merupakan salah satu bagian dari program sejuta rumah Kementerian PUPR bertujuan ingin memberikan stimulan kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar rumahnya layak huni.

Program BSPS termasuk program padat karya tunai yang melibatkan banyak tenaga kerja seperti, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), Koordinator Fasilitator (Korfas) dan tenaga tukang yang diambil dari penduduk setempat.

Hanya saja, ada beberapa kriteria yang mesti dipenuhi bagi para penerima bantuan yaitu, pertama mengajukan surat permohonan ke desa atau kelurahan menyampaikan usulan calon warga yang akan dibantu. Kedua, warga negara yang sudah berkeluarga dan ketiga kepemilikan tanah/rumah sudah resmi dimiliki calon penerima bantuan.

“Kami telah merampungkan bantuan pembangunan bedah rumah yang ditargetkan sebanyak 20 unit di tiga lokasi dan program ini sudah berjalan 100 persen. Dari 20 unit pembangunan bedah rumah bagi korban bencana masing-masing di Desa Maliwowo sebanyak 12 unit, Desa Patampanua 4 unit serta Desa Ussu juga sebanyak 4 unit,” paparnya.

Kemudian untuk pembangunan rumah deret nelayan juga telah dibangun dengan target 5 paket. Setiap paket dibangun 10 sampai 12 unit rumah nelayan. Ada juga bantuan melalui APBN sebanyak 53 unit. Jadi bila dihitung maka realisasi program untuk pembangunan rumah deret nelayan ini sudah diatas 100 persen.

Serangkaian proses yang telah dilaksanakan hingga penyelesaian pembangunan bedah rumah tersebut merupakan finalisasi dari pelaksanaan program bedah rumah.

“Intinya kami ingin agar masyarakat yang mendapatkan bantuan bedah rumaha atau BSPS ini, huniannya menjadi lebih baik dan meningkat kualitasnya meskipun wabah Covid-19 melanda Indonesia terutama di Luwu Timur ini,” cetus Kadis Tarkim.

Selain itu, Dinas Pertanahan Perumahan dan Kawasan Pemukiman juga sedang melaksanakan program Penerangan Jalan Umum (PJU) atau pemasangan lampu jalan disejumlah titik di daerah ini.

Meski hingga tahun 2020 ini progresnya baru mencapai sekitar 70 persen, namun dapat dipastikan program tersebut bisa terealisasi diatas 100 persen pada 2021 lewat Program Indonesia Terang dan Program Desa Terang. Program ini merupakan bantuan dari perusahaan BUMN yang menghimpun dana CSRnya untuk menerangi Indonesia.

Dia menyebutkan, salah satu tugas Dinas Tarkim juga yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Program ini diperuntukkan rumah masyarakat yang belum dijangkau jaringan listrik PLN. Dimana program ini dilakukan dalam bentuk Solar Home System (SHS).

Jika mengacu pada RPJMD yang ditetapkan Bupati Lutim untuk periode lima tahun 2016-2021, maka program yang menjadi tanggung jawab Dinas Tarkim telah terlaksana dengan capaian diatas 70 persen. Atau telah terpasang sebanyak 1.232 titik dari target 1.935 unit.

Belum termasuk PJU dari Tenaga Surya yang sudah terealisaai 2.295 unit dari target yang direncanakan sebanyak 2.725 unit sehingga tersisa 480 unit yang belum terpasang. Dari 2.295 unit yang sudah terpasang itu, penganggarannya diperoleh dari berbagai sumber pendanaan lewat APBD mulai 2016 sebanyak 280 unt, tahun 2018 sebanyak 300 unit dan pada 2019 dianggarkan untuk pemasangan 572 unit.

Program JPU ini juga dianggarkan melalui APBDes sebanyak 691 unit serta bantuan melalui dana CSR beberapa perusahaan BUMN dan swasta yang beroperasi di Luwu Timur telah menyumbang sebanyak 120 unit.
Selain itu juga telah dirampungkan pembaguna kantor Forum Kerukunana Umat Beragama (FKUB) dan terealisasi 100 persen.

“Kami terus bergerak dan berupaya maksimal apapun yang menjadi visi dan misi Bupati harus direalisasikan sesuai tugas dan tanggungjawab serta bidang tugas yang diberikan oleh pemangku kebijakan tertinggi di daerah ini. Dari RPJMD Bupati kemudian kami membuat rencana strategisnya dan tentunya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” pungkasnya. (Tim)

JANGAN LEWATKAN