Geliat Dinas Pertanian Genjot Produksi Ketahanan Pangan

Capaian Dinas Pertanian

Malili,Sinyaltajam.com–MELALUI beragam program pemerintah terutama Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur dari tahun ke tahun terus berupaya mewujudkan swasembada pangan. Bagaimana tidak, salah satu arah kebijakan pembangunan pemerintah di bidang pertanian adalah mewujudkan kedaulatan pangan tahun 2045.

Disamping itu, alasan mendasar kenapa pertanian terus digenjot dikarenakan pertanian adalah sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di Luwu Timur setelah sektor industri.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lutim, Amrullah menjelaskan, program pengembangan swasembada pangan terpadu tersebut didukung dengan dua sumber anggaran yakni APBD dan APBN.

“Dinas Pertanian memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Ini terlihat jelas dari kerjasama Petani dan Dinas Pertanian selama ini di Kabupaten Luwu Timur,,” jelasnya.

Produksi pangan terus digenjot Dinas Pertanian di daerah ini. Langkah tersebut merupakan upaya untuk mengejar target capaian ketahanan pangan mengacu visi mis Bupati Kabupaten Luwu Timur tentunya melalui upaya khusus (upsus) padi.

“Kami memprioritaskan peningkatan produksi tahun ini untuk mewujudkan pencapaian ketahanan pangan. Kami optimistis produksi padi mampu menopang ketahanan pangan baik skala regional maupun nasional,” paparnya.

Amirullah menyebutkan, diperkirakan hasil panen padi tahun ini mengalami surplus dari target produksi tahun sebelumnya. Tentunya
pningkatan produksi tanaman padi berbanding lurus dengan program Dinas Pertanian berupa bantuan bibit dan pupuk yang disalurkan kepada kelompok tani.

Berbagi upaya sudah dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman petani dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Karena pihaknya optimistis petani akan fokus meningkatkan produksinya. Terutama pada panen raya Padi di Luwu Timur pada bulan Mei 2020 ini diprediksi produksinya melonjak cukup tajam.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanian telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak dan melakukan serangkaian pertemuan secara internal. Hasilnya, diperoleh beberapa solusi yang dinilai tepat apalagi dalam situasi pandemi Corona virus yang terjadi saat ini.

Perkiraan rencana dan luas areal panen padi pada April 2020 ini mencapai 1.118,95 hektare dengan estimasi produksi dalam setiap hektare mampu menghasilkan 6 ton gabah. Sehingga prediksi hasil jual panen jika mengacu harga beli Rp4.200 perkilo, akan diperoleh hasil penjualan sekitar Rp28 milyar.

Sedangkan pada Mei ini terdapat 18.324,97 hektare luas lahan yang siap dipanen serentak di seluruh kecamatan. Tentunya terjadi perputaran ekonomi yang cukup besar di sektor pertanian di Kabupaten Luwu Timur.

“Jika mengacu luas lahan yang akan dilakukan panen raya serentak di bulan Mei ini maka penghasilan yang diperoleh dari hasil jual produksi padi dengan luas 18.324,97 hektare diperkirakan mencapai Rp700 M Sam Rp800 miliar.

Sementara sejumlah proyek pekerjaan fisik di Dinas Pertanian yang bersumber dari Dana Alokasi Umum senilai Rp4,05 miliar lebih terpaksa tidak dapat dilaksanakan karena pemerintah pusat menarik kembali anggarannya untuk penanganan covid-19.

Beberapa item kegiatan proyek yang rencana tetap dilaksanakan tersebut seperti renovasi gedung DPP di Kecamatan Towuti, Malili dan Mangkutana. Belum termasuk penataan halaman dan pintu-pintu air serta Parit.

Namun begitu, masih ada anggaran melalui Dana Alokasi Umum (DAU) yang melekat pada APBD Kabupaten sedang dalam tahap lelang dengan nilai anggaran sekitar Rp 11 miliar dari Rp13 miliar yang direncanakan untuk pekerjaan fisik.

“Kita berharap anggaran tersebut tidak ditarik oleh pemerintah agar sejumlah item kegiatan fisik yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Ini juga merupakan bagian dari rencana starategis pembangunan di bidang pertanian,” ujarnya. (Tim)

JANGAN LEWATKAN