Silaturahmi Dengan Mentan, KAMU Ditawari Program Peternakan dan Perluasan Kebun Sawit

Lutim, Sinyaltajam.com– Ketua Koperasi Agro Mandiri Utama (KAMU) Syamsul Bahry didampingi Kepala Bidang Usaha Dan Bisnis Koperasi KAMU, Hendra ST, serta beberapa orang pengurus Koperasi melakukan silaturahmi ke Menteri Pertanian RI. Bertolak dari Luwu Timur pada hari Sabtu 6 Juni 2020 lalu tiba di Jakarta tanggal 8 Juni 2020.

Syamsul Bahry selaku ketua Koperasi KAMU menceritakan keberangkatan Tim KAMU ke Jakarta untuk melakukan silaturahmi dengan menteri pertanian RI.

“Kami berangkat dari Luwu Timur dengan tujuan silaturahmi dengan pak Mentan. Setibanya kami di kantor Kementerian Pertanian RI kami disambut langsung oleh bapak Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH MH dan jajarannya. Dihadapan beliau kami memaparkan progres pekerjaan Koperasi KAMU dalam mengelolah program peremajaan kelapa sawit atau PSR di Luwu Timur. Alhamdulillah Bapak Menteri Pertanian sangat mengapresiasi kegiatan yang sedang berjalan saat ini di Luwu Timur,” cerita Syamsul.

Menariknya, menanggapi hasil progres yang dilaporkan KAMU, Mentan mengapresiasi dan bahkan sempat menawari beberapa program yang lain.

“Kesempatan itu kami manfaatkan untuk mengusulkan berbagai macam program untuk masyarakat petani dan pekebun di Luwu Timur. Seperti program peternakan, program perluasan kebun sawit dan lain-lain. Alhamdulillah semua yang kami usulkan mendapat respon yang sangat baik dan memuaskan dari pak Mentan, kemungkinan tahun berikutnya Luwu Timur akan mendapat cipratan anggaran yang cukup besar selain program peremajaan sawit yang sementara dalam tahap proses pekerjaan,” lanjutnya.

Disinggung soal proses pembibitan kelapa sawit PSR yang saat ini sudah memasuki tahap 3.

“Mengenai pekerjaan pembibitan kami sudah instruksikan kepada Manager koperasi untuk melakukan kegiatan lanjutan sesuai rencana kerja kita. Karena masih ada beberapa tahapan peremajaan yang sudah rekomtek namun belum dilakukan pekerjaan land clearingnya,” ungkap Syamsul.

Karena pengalaman peremajaan tahap awal banyak hambatan dari kelompok tani akibat kurangnya pemahaman dan pengalaman, sehingga untuk tahap-tahap berikutnya pihak KAMU lebih mengutamakan pemeliharaan pembesaran bibitnya terlebih dulu, agar petani yang ikut replanting tidak terlalu lama menunggu bibit setelah land clearing, imbuhnya.

Syamsul berjanji semua usulan yang di serahkan berkas proposalnya ke pusat akan di kawal terus agar segera terealisasi.

“InsyaAllah semua proposal usulan yang sudah kami serahkan ke pusat akan kami kawal terus, karena bukan cuma kita yang mengusulkan ke pusat akan tetapi banyak juga pengusul dari provinsi lain yang menjadi pesaing kita disana. Sehingga tanpa pengawalan yakin dan percaya kemungkinannya akan lama baru bisa terealisasi,” pungkas Syamsul. (*/rls)

JANGAN LEWATKAN