KOMISI II DPRD LUTIM BERSAMA DINAS PERTANIAN KAB. LUWU TIMUR LAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE SULBAR, INI TUJUANNYA

Lutim, Sinyaltajam.com– Ketua dan Anggota Komisi 2 DPRD Luwu Timur Munir Razak, Wahidin Wahid bersama Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah Kab. Luwu Timur Sarkawi A. Hamid melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Barat beserta Ka. Bidang perkebunan Dinas pertanian Kab. Luwu Timur.

Rombongan yang berangkat dari Lutim pada hari Rabu, 24 Juni 2020 tiba di kota Mamuju pada hari Kamis, 25 Juni 2020.

Kedatangan rombongan dari Lutim disambut langsung oleh Abd. Majid Ka. Seksi Pengawasan mutu benih /PPNS Provinsi Sulawesi Barat yang membidangi pengawasan pembibitan di Sulawesi Barat.

Munir Razak selaku Ketua Komisi 2 DPRD Luwu Timur memberikan penjelasan tujuan kunjungannya dari Kab. Luwu Timur ke Sulawesi Barat.

“Tujuan kami datang ke Sulbar ingin memastikan rekanan kerja koperasi KAMU sebagai pengelola program peremajaan kelapa sawit di Luwu Timur dengan pihak penyedia bibit kelapa sawit yang ada di Mamuju. Jangan sampai koperasi yang mengelola program PSR di Daerah kami salah mitra” ungkapnya.

“Sehingga kami ingin mendengar langsung penjelasan dari dinas terkait dan penangkar bibit sawit disini, terkait keberadaan perusahaan dan legalitas bibit sawit yang di tangkar disini. Karena sepengetahuan kami bibit ini nantinya sebagai tambahan bbit yang ada di Luwu Timur. Nah jangan sampai bibit yang akan disalurkan ke Luwu Timur ini tidak sesuai standar dalam program PSR ” beber Munir

“Kami juga mau tahu apakah bibit yang ditangkar ini benar-benar bibit unggul berkwalitas dari sumber benih yang jelas, karena kami sebagai wakil rakyat tidak mau kalau petani kami dirugikan dari sumber bibit yang tidak jelas, timpal Wahidin Wahid anggota Komisi 2 DPRD Luwu Timur yang ikut serta dalam rombongan.

Mendengar penjelasan Munir Razak Ketua Komisi 2 DPRD Luwu Timur, Ka. Pengawasan mutu benih/PPNS Provinsi Sulawesi Barat Abd. Majid sangat merespon dan mengapresiasi kedatangan pemerintah daerah Kab. Luwu Timur di Sulawesi Barat.

“Kami sebagai pengawas mutu benih provinsi Sulawesi Barat sangat mengapresiasi kedatangan bapak-bapak dari jauh untuk memastikan mutu dan kualitas bibit sawit yang akan di salurkan ke Luwu Timur.” Tandasnya.

“Perusahaan penangkar bibit kelapa sawit yang resmi di Sulawesi Barat dan memiliki kapasitas yang besar hanya PT. Bukit Harapan sejatera yang di miliki oleh pak Asbir. Saya berani menjamin legalitas dan kualitas bibitnya karena dari awal beliau mengurus ijinnya lewat saya dan saya tahu dimana saja lokasi tempat penangkarannya”, lanjutnya.

“Mengenai bibit yang akan di salurkan ke Luwu Timur saya tidak terlalu banyak mencampuri hal itu karena setahu saya jika ijin dan sumber bibitnya jelas serta melalui sertifikasi bisa disalurkan ke seluruh Indonesia dimana pun mitra kerja mereka”, tandasnya lagi.

Mendengar penjelasan secara gamblang dari Ka. Pengawasan mutu benih Sulawesi Barat Ketua dan anggota DPRD Komisi 2 merasa sangat puas.

“Apa yang menjadi polemik selama ini di Luwu Timur terkait bibit sawit yang akan disalurkan oleh Koperasi KAMU kepada petani penerima manfaat dalam program PSR kini sudah terjawab dan dapat di pertanggung jawabkan secara legalitas dan kualitas” tandas Munir.

“Kami sangat puas dengan penjelasan dari Ka. Pengawasan mutu benih Sulawesi Barat. Sehingga apa yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat petani penerima manfaat dalam program PSR di Luwu Timur sudah terjawab. tidak perlu ragu lagi” imbuhnya.

Anggota DPRD Komisi 2 berjanji akan terus mengawal program dan tahapan kerja yang sudah di sepakati antara petani dan koperasi yang akan melakukan penenaman perdana pada bulan Agustus 2020.

“Kami akan terus mengawal tahapan kerja dalam program PSR yang sudah di sepakati antara petani dan koperasi KAMU, mudah-mudahan tahapan yang mereka sepakati tidak molor sehingga menimbulkan polemik baru di tengha masyarakat” ujar Wahidin Wahid.
(hmsKAMU/*)

JANGAN LEWATKAN