Irwan Tidak Terima Adiknya dikatakan Meninggal Karena Reaktif

Lutim, Sinyaltajam.com–Keluarga Pasien yang meninggal asal Towuti desa Bantilang dinyatakan hasil rapid tesnya reaktif.

Namun pihak keluarga almarhumah tidak terima kalau adiknya dinyatakan meninggal karena hasil rapid tesnya reaktif. senin (13/07/2020).

Menurut kakak kandung Almarhumah Drs. Irwan, memang pada saat itu bahwa adiknya dikatakan reaktif karena imun Almarhumah menurun.

Seperti yang diketahui bahwa waktu itu pasien tersebut datang memeriksakan dirinya di puskesmas Bantilang dengan keluhan Demam, bengkak pada perut dan kaki, kemudian pendengarannya juga menurun serta kulit berwarna kekuningan,
setelah dilakukan Rapid tes hasilnya Reaktif.

“Memang benar pada hari rabu(08/07/2020) adik saya dirujuk ke RSUD I LAGALIGO Wotu oleh Puskesmas Bantilang. Namun hari itu juga adik saya meminta keluar disebabkan Almarhumah tidak bersedia di rawat di ruangan Isolasi pasien covid,”ungkapnya.

“Hanya saja saya tidak terima kalau adik saya dikatakan meninggal karena hasil Rapid tesnya reaktif, almarhumah meninggal bukan disebabkan oleh hasil rapid tesnya reaktif seperti apa yang dikatakan Kapus Bantilang,”ucapnya dengan nada sedih. Ilham.

JANGAN LEWATKAN