DAS Rongkong Murka Masamba Tenggelam

Laporan Najamuddin S.A.N

Masamba, Sinyaltajam.com–Hujan Deras selama beberapa hari terakhir yang terus mengguyur Luwu Raya khusunya Luwu bagian Utara dan Luwu bagian Timur akibatkan sejumlah hulu sungai Meluap, tak terkecuali, Daerah Aliran Sungai (DAS) Rongkong tidak mampu lagi menahan volume air yang makin meningkat, laporan dari sejumlah tim investigasi dan pemerhati Lingkungan yang pernah melakukan kajian menyebutkan Kerusakan hulu sungai Rongkong beberapa bulan yang lalu direkomendasikan untuk menjadi prioritas penanganan serius dari pihak yang berwenang, cuaca ekstrim di Luwu Utara sepekan terakhir menjadi salah satu biang

Murkanya DAS Rongkong Yang tenggelamkan Ibukota Luwu Utara Masamba dan sekitarnya, ditambah pula rusaknya lingkungan hutan disekitar Hulu sungai itu.

Data yang dihimpun dari kajian Lingkungan hidup juga pernah melaporkan jika sendimentasi salu paku dan salu Binuang ditambah longsor antara Desa minangan dan Desa Komba kecamatan Rongkong serta kemiringan tebing yang dibuka menjadi lahan perkebunan akibatkan wilayah tangkapan Air tidak imbang untuk melancarkan aliran air di DAS Rongkong, bantaran sungai Rongkong yang terus terkikis oleh derasnya volume air yang membawa material pasir dan lumpur tanah berimplikasi terhadap dangkalnya sungai Rongkong, sehingga luapan air diduga tidak lagi mengalir normal hingga ke Hilir.

Sungai Rongkong yang melintasi dua wilayah yaitu kabupaten Luwu dan Luwu Utara memiliki panjang 108 kilometer, sepanjang sungai terdapat hutan tropis yang sangat subur serta flora dan fauna endemik, hulu sungai Rongkong di Gunung Kambuna dan hilirnya di teluk Bone memang menjadi tantangan berat bagi semua pihak untuk mempertahankan kelestarian Alam sungai Rongkong dari hulu hingga Hilir, sisi lain warga yang bermunkim disepanjang hulu sungai Rongkong tentu ada yang menjadikan potensi sebagai sumber ekonomi, namun yang menjadi kendala adalah tatanan untuk tetap mempertahankan kelestarian dari ancaman kerusakannya kadang terabaikan.

Senin malam pukul 21.00 (13/Juli) dua anak sungai Rongkong yakni Sungai Radda dan sungai Masamba meluap, air bercampur lumpur memasuki perkampungan dan pemukiman warga, jalan utama , perkebunan dan persawahan maupun tambak termasuk sejumlah ternak warga seketika hilang disapu Air bah, teriakan histeris manusia tidak berdosa dibuatnya kasat – kusut, sambil berlarian menyelamatkan diri dan keluarganya menuju tempat yang dianggap aman dari hempasan air sungai yang mengalir deras, dilaporkan saat kejadian, warga yang hendak menyelamatkan diri , langkahnya tersendat oleh derasnya hujan yang mengguyur kota Masamba dan sekitarnya, sekejab berlalu ibukota Luwu Utara bagaikan lautan, ketinggian air pun bervariasi, ada yang melaporkan tinggi air 1 hingga 3 meter diatas permukaan jalan, hitungan menit arus transportasi umum pun saat banjir melumpuhkan akses masuk dan keluar Kota yang dikenal dengan sebutan wilayah ex of onder afdeling Masamba di jaman Belanda.

Murkanya DAS Rongkong menjadi renungan semua pihak, menyalahkan alam dari kerusakan menjadi salah pemicunya, sisi lain kemana , kemana dialamatkan pihak yang paling bertanggung jawab atas murkanya DAS Rongkong, ini tentu menjadi bahan PR kita kedepannya untuk menyelematkan Nyawa Manusia dan harta benda seluruh masyarakat yang terdampak Banjir, sebagai hamba Allah yang menanggung derita dan pahit amarah Das Rongkong menjadi pengalaman semua pihak agar kejadian ini tidak lagi terulang, biasanya Alam murka karena Ulah manusia sendiri, ayo bantu saudara saudari kita yang menjadi korban Banjir Masamba. Moga tulisan ini menjadi bahan evaluasi dan renungan semua pihak untuk kita lakukan langkah preventif secara bersama agar musibah banjir di Masamba dan sekitarnya tidak terulang lagi. Tulisan Naja.

JANGAN LEWATKAN