Memasuki Tahun Keempat Kinerja Thoriq Husler Lampau Target, Fokus Lanjutkan Perbaikan Poros Pekaloa

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Mahalona Raya selalu mendapat porsi anggaran terbesar di Luwu Timur baik melalui APBD Provinsi Sulsel maupun APBN atau pemerihtah pusat. Mahalona Raya selalu mendapat porsi APBD tersbesar baik APBD provinsi maupun APBN.

Memasuki tahun keempat periode kepemimpinan Muhammad Thoriq Husler, bertekad melanjutkan proyek perbaikan transportasi jalan di Mahalona Raya terutama di poros Pekaloa sampai di Jembatan.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil ketua DPRD Luwu Timur, Usman Sadik, saat memberikan sambutan disalah satu acara pernikahan yang digelar warga Mahalona Raya, Selasa (12/8/2020).

“Perbaikan jalan poros Pekaloa tetap menjadi program utama Bupati Lutim untuk dikerjakan sebelum tahun 2020 berakhir. Meskipun anggarannya berkurang namun Bupati tetap mengoptimalkan pekerjaan dengan konsep membuat jalan permanen,” jelas politisi PAN ini.

Dia menyebutkan, Thoriq Husler tetap berkomitmen untuk penyelesaian pekerjaan jalan di Pekaloe. Termasuk pembangunan di 11 kecamatan yang terdiri dari 124 desa dan 3 Kelurahan dengan dibiayai yang dianggarkan di APBD Lutim sebesar Rp.1,5 triliun.

“Alhamdulillah semua program bisa kita laksanakan dengan baik dan jika ada program di Kecamatan Towuti akan dihilangkan, maka saya orang pertama yang tidak akan menanda tangani APBD Lutim yang menjadi dokumen publik,” ujar H.Usman Sadik.

Menurut dia, Thoriq Husler telah cukup berjasa di wilayah ini. Dibanding pemerintahan sebelumnya tidak bisa memasukkan listrik di wilayah ini. Namun hanya berjalan 3 tahun, penerangan listrik sudah bisa dinikmati masyarakat khususnya di Mahalona Raya.

Bukan hanya itu, lanjut dia, baru memasuki tahun ke 4 visi misi periode kepemimpinannya, beber Usman, pembangunan yang dilaksanakan Thoriq Husler sudah mecapai 67 persen. Malah ada beberapa sektor yang mencapai 100 persen seperti sektor pertanian.

Salah satu contoh visi misi bupati yang telah mencapai 100 persen, lanjut dia, adalah pembelian 1000 unit hand tractor untuk digunakan petani menggarap sawah.

“Dan alhamdulillah Pemkab dalam hal ini Bupati Lutim sudah merealisasikan pembelian 1.200 unit hand tractor. Itu artinya program ini sudah melampaui target,” ungkap dia.

Jika visi dan visi Bupati Lutim tidak mencapai 60 persen dalam melaksanakan periode pemerintahannya, imbuh Usman, maka sebagai lembaga DPRD adalah pihak yang paling pertama menegur bupati. Tapi itu tidak dilakukan karena capaian visi misinya hingga tahun ke empat ini sudah melampaui target atau mencapai 67 persen.

“Ini tanggungjawab moral kami untuk mengawal pelaksanaan pembanguan di Mahalona Raya atau Kecamatan Towuti secara khusus. Sebab ini merupakan salah satu tugas kami mengawasi kinerja pemerintah,” pungkasnya. (fit-sar/aw1/*)

JANGAN LEWATKAN