Petahana Thoriq Husler Leading Diusung 8 Parpol, IBaS Masih ‘Merengek’ B1 KWK Nasdem

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Sang petahana Bupati Kabupaten Luwu Timur periode 2016-2021 Ir. H Muhammad Thoriq Husler sudah memastikan kembali bertarung dalam pemilihan kepala daerah di Bumi Batara Guru.

Thoriq Husler pada Pilkada 2016 menang dengan pasangannya Irwan Bachri Syam yang memastikan tidak lagi bersama alias pecah kongsi dengan Husler yang juga Ketua DPD Golkar Lutim pada perhelatan politik tahun 2020 ini.

Sang petahana mantap memilih pasangan baru yang dinilai mengakar dan lebih nyaman berkoalisi untuk periode lima tahun ke depan memimpin kabupaten termuda di tanah Luwu ini.

Keputusan itu bulat ditempuh Husler, setelah sang teman lama, Irwan Bachri Syam memastikan diri pula maju di posisi nomor satu untuk Lutim dan menjadi kompetitor atau ogah lagi jadi nomor dua.

Bahkan untuk menantang sang petahana kawan lama tersebut, IBaS yang juga menjabat Ketua Partai Nasdem, melamar ke partai besutan Surya Paloh itu dan berharap mengantongi surat dukungan alias B1 KWK sebagai syarat menjadi calon bupati, termasuk satu partai lainnya yakni Demokrat.

Jika rekomendasi surat dukungan partai Nasdem mampu diperoleh, maka IBaS memenuhi syarat menjadi calon bupati dengan mengantongi 6 kursi masing-masing Nasdem 4 serta Demokrat 2 kursi.

Beberapa bulan lalu, IBaS yang berpaket dengan A. Rio Hatta, memang telah resmi mengantongi rekomendasi Partai NasDem dan Demokrat.

Hanya saja, hingga kini IBaS masih terus melakukan serangkaian lobi politik guna memperoleh diskresi atau tiket berupa surat B1 KWK dari DPP Nasdem agar dapat melenggang menjadi kompetitor MTH pada pesta demokrasi di Lutim.

Sementara sang petahana Muhammad Thoriq Husler dipastikan didukung 8 partai politik, terutama partai beringin rimbun yang dinahkodainya sebagai pemenang pemilu di Lutim dengan meraih 7 kursi di legislatif sudah berada di genggamannya.

Begitu juga 7 partai lainnya yang juga mengusung paket MTH – Budiman yakni PAN, PDIP, HANURA, PKB, PBB, PKS dan Gerindra. Lewat usungan 8 partai dengan jumlah 24 kursi tersebut, membuat MTH-Budiman langsung tancap gas membangun sinergitas hingga ke pelosok desa serta merancang strategi politik untuk memenangkan pilkada 2020 ini.

Hanya saja pihak penantang belum berani membuka akses informasi terkait kesungguhan untuk ‘duel’ dengan MTH-Budiman karena mungkin saja surat B1 KWK belum sampai ke tangannya alias masih menggantung.

Nasdem sepertinya memainkan teka-teki. Padahal Wakil Bupati Lutim tersebut menjabat Ketua DPC Nasdem Luwu Timur. Nasdem tampaknya masih menahan diri menentukan arah kemudi, sebab bisa jadi kader calon usungannya masih harus memperlihatkan ketajaman politiknya, termasuk elektabilitasnya.

Sebaliknya, Nasdem juga harus menentukan sikap dan pilihannya agar partainya tidak jadi penonton di laga sengit pilkada Lutim ini. Apalagi gayung belum bersambut karena pasangan IBaS-RIO belum juga mendapat dukungan secara resmi dari partai yang mengusung restorasi tersebut.

Entah akan ke mana arah Partai Nasdem memberikan restunya, apakah tetap mengusung kadernya atau menjadi penonton di gelaran Pilkada Lutim ini. Atau boleh jadi, meskipun Thoriq Husler tidak mendaftar di Nasdem untuk perburuan partai, tapi Partai besutan Surya Paloh itu justeru diserahkan ke paket MTH-Budiman, entahlah? karena politik itu dinamis segala sesuatunya bisa berubah kapan saja.

IBaS saat berusaha dikonfirmasi Sinyaltajam.com melalui WhatsApp nya terkait B1 KWK dari Partai Nasdem, tidak mendapat respon dari figur yang cukup memiliki pengaruh di Luwu Timur ini.

Padahal belum lama ini tepatnya, Ahad Agustus 2020 lalu secara resmi Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel Rusdi Masse, menyerahkan SK DPP Nasdem model B1-KWK kepada pasangan Suardi Saleh-Andi Mirza Riogi Idris sebagai calon bupati dan wakil bupati Pinrang.

Tapi yang pasti, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono telah resmi menyerahkan surat rekomendasi kepada pasangan Irwan Bachri Syam-Andi Muhammad Rio Patiwiri Hatta sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Luwu Timur.

Rekomendasi tersebut juga merupakan rekomendasi B.1-KWK atau surat resmi yang diakui KPU sebagai syarat utama untuk digunakan mendaftar di KPU setempat sebagai bakal calon. (fit-sar/aw1/*)

JANGAN LEWATKAN