Proyek Pembangunan Irigasi Tommo hanya Pemborosan Anggaran

MAMUJU – Sinyaltajam. Com.

Sejauh mana pengawasan proyek irigasi yang ada di kecamatan Tommo. Melihat keberadaan proyek irigasi yang ada di kecamatan Tommo.

Pembangunan Irigasi ini Menyisahkan Banyak cerita di kalangan warga petani. Irigasi yang berada di Desa Tommo Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju.

Hingga kini, menjadi proyek abadi yang tak kujung rampung. Menurut informasi yang di dapat kan dari masyarakat Tommo bahwa proyek pembangunan irigasi untuk mengairi persawahan disekitar wilayah Kecamatan Tommo itu, rupanya dikerjakan sejak tahun 2009.

Dan umur proyek yang sudah 11 tahun serta biaya pembangunannya sudah pasti menelan biaya Miliaran rupiah. Namun hingga saat ini, masyarakat petani hanya bisa melihat bangunan irigasi yang membelah persawahannya dari ujung ke ujung, karena sama sekali tidak memberikan manfaat bagi petani sawah, dimana irigasi sebagai sarana pengairan untuk mengairi persawahan, namun kenyataannya sama sekali tidak berfungsi alias menjadi barang pajangan.

Kepala Desa Campaloga Kecamatan Tommo, Ridwan saat di temui wartawan di rumah kediamannya mengatakan bahwa saya sudah 13 tahun menjabat sebagai Kepala Desa Campaloga, keberadaan irigasi yang diperuntukan bagi petani persawahan hingga kini belum bisa memberikan manfaat walaupun hanya setetes bagi petani desa ini, bahkan sebagian proyek dikabarkan masih melangsung pekerjaannya. Kondisi ini sangat disayangkan jika dilakukan pembiaran tanpa ada pengawasan.

“Lanjut kata kades. Selama 13 tahun saya menjabat selaku Kepala Desa di Campaloga sampai sekarang, dan ternyata sudah 11 tahun pekerjaan pembangunan irigasi ini tidak ada beres – beresnya, dan melihat harapan masyarakat petani sawah, saya merasa sangat kasihan. ” ujar Ridwan.

Ia berharap, pemerintah dan APH bisa kembali melihat langsung proyek ini dan bertanya tanya kepada warga masyarakat petani apa yang terjadi sebenarnya karena apa gunanya pembangunan irigasi yang menghabiskan triliunan rupiah jika asas manfaatnya tidak ada.

” Proyek ini sudah pasti habiskan uang Triliunan rupiah tapi tidak ada manfaatnya. Tetapi kalau ada kesalahan penggunaan Dana Desa ( DD ) hanya nilainya kecil, penegak hukum kejar sampai ke akar- akarnya,” harap Kades Campaloga. Texan.Y.

JANGAN LEWATKAN