Perambah Hutan Lindung Marak, Polhut Lutim Berhasil Amankan 30 Kubik Kayu Ilegal Tapi Terkendala Anggaran

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Sedikitnya 30 kubik kayu ilegal berhasil disita aparat Polisi Kehutanan (Polhut) Luwu Timur beberapa waktu lalu saat melakukan operasi penggerebekan terhadap aksi pembabatan pohon di hutan lindung.

Penangkapan dan penyitaan illegal loging itu diungkapkan petugas Polhut Lutim, Asri. Menurut dia, setelah beberapa kali dilakukan penyisiran di lokasi kawasan hutan yang dilindungi tersebut, petugas Polhut melakukan penggerebekan dan menyita barang bukti berupa kayu olahan termasuk di Desa Tarabbi.

“Iya kami dari tim Polisi Kehutanan berhasil menyita kayu ilegal yang diduga diambil dari hasil membabat hutan lindung. Sebanyak 30 kubik kayu olahan untuk diperjual belikan sudah kami amankan,” jelas anggota Polhut Lutim, kamis (01/10/2020).

Hanya saja, lanjut dia, petugas cuma menyita ilegal logging tersebut karena ketika penggerebekan dilakukan, kayu itu tidak bertuan karena ditinggal begitu saja lantaran pelakunya sudah kabur.

Asri mengatakan, semakin maraknya aksi yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab dengan membabat pohon yang berada di kawasan hutan lindung, pihaknya akan terus meningkatkan dan memperketat pengawasan hutan lindung di Luwu Timur ini.

“Kami akan secara rutin melakukan pemantauan di kawasan hutan lindung yang sangat terlarang untuk dirambah tanpa izin pemerintah atau negara. Kita akan perketat pengawasan hutang lindung,” jelas Asri.

Petugas tersebut juga menjelaskan, sejauh ini hasil penangkapan kayu ilegal itu tidak bisa langsung diangkut karena terkendala biaya untuk membayar buruh dan armada pengangkutan.

“Kam tidak punya biaya untuk pengangkutan termasuk membayar buruh. Berbeda ketika masih dibawah kendali OPD kabupaten ada dana yang disiapkan untuk operasional Polhut. Tapi sekarang kebijakan di tangan provinsi,” terangnya.

Saat ini kalau ada hasil operasi atau barang bukti ilegal logging yang disita, imbuhnya, langsung dilaporkan ke Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel karena terkendala anggaran operasional.

Apalagi ketika tim polhut menjelajahi hutan lindung, sebut Asri, sebahagian besar anggota sudah mengalami kelelahan karena rata-rata tidak membawa bekal. Akibatnya para anggota langsung pulang sedangkan kayu tangkapan masih diamankan di dalam hutan. (HR/MS)

JANGAN LEWATKAN