Dokumen Data Andi Rio Berbeda, Tim Hukum Husler Keberatan, Minta KPU Tunda Agenda Penetapan Calon

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Jelang penetapan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Irwan Bachri Syam dan A. Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Rio) yang dijadwalkan KPU Luwu Timur, Senin (5/10/2020) hari ini, diwarnai adanya surat keberatan yang dilayangkan kuasa hukum cabup/cawabup nomor urut 1, Agus Melas S.H,. M.H ke KPU dan Bawaslu Luwu Timur.

Surat keberatan tersebut dibawa langsung tim hukum Husler-Budiman Untung Amir S.H.M.H ke KPU dan Bawaslu Kabupaten Luwu Timur, Minggu (4/10/2020) malam. Ini dilakukan karena balon wabup A.Rio Pattiwiri Hatta disinyalir menggunakan dokumen data berbeda untuk mendaftarkan diri ke KPU sebagai bakal calon Bupati Luwu Timur.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan tim hukum Husler-Budiman menyebutkan, terdapat data dengan nama yang hampir sama tapi memiliki perbedaan data yang sangat jauh termasuk status kelulusan pada ijazah dari Universitas Hasanuddin (Unhas) berbeda.

Untuk data di Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SMU tertulis nama Muhamad Rio Patiwiri. Sedangkan di Ijazah yang dikeluarkan Unhas tertulis Muhamad Rio Patiwiri ( S.H ) Kemudian didokumen KTP yang distor ke KPU tertulis nama Andi Rio Patiwiri.

Sementara dari data Pendidikan Tinggi (Dikti) Tim Hukum Husler – Budiman, juga memperoleh kejanggalan pada data bakal calon wabup tersebut. Terutama adanya perbedaan status kelulusan dari dua nama itu. Ada yang dinyatakan Lulus namun ada yang putus sekolah.

Dari dua nama tersebut, atas nama Muhammad Rio Patiwiri, jenjang pendidikan S2 di Unhas, program studi Kenotariatan dengan nomor induk mahasiswa P3600208042, semester awal ganjil 2008, status awal mahasiswa sebagai peserta didik baru, dinyatakan lulus dengan nomor Ijazah 15168.

Sedangkan atas nama A. Muh. Rio Patiwiri, SH, jenjang pendidikan S2 di Unhas, program studi Kenotariatan dengan nomor induk mahasiswa P3600208542, semester awal ganjil 2008, status awal mahasiswa sebagai peserta didik baru, dinyatakan putus sekolah dan tidak memiliki nomor Ijazah.

“Atas dugaan ini, kami dari Kuasa Hukum Husler-Budiman pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, resmi melaporkan bakal calon Wakil Bupati Luwu Timur Andi Rio Pattiwiri Hatta di KPU dan Bawaslu Lutim,” tegas kuasa hukum Husler-Budiman, Untung Amir S.H.M.H, Minggu (04/10/2020) malam usai memasukkan surat keberatan terkait adanya perbedaan nama di KTP dan Ijazah

Tm Kuasa Hukum Husler-Budiman lainnya, Agus Melas S.H.M.H, menjelaskan laporan keberatan yang dimasukkan ke KPU dan Bawaslu itu juga terkait perbedaan dokumen ijazah pasangan bakal calon Andi Rio Pattiwiri Hatta, diduga tidak sesuai Ijazah dengan KTP.

“Kami harus melaporkan adanya perbedaan data dokumen bakal calon wakil bupati Luwu Timur Andi Rio Pattiwiri Hatta. Dari data yang kami peroleh terdapat perbedaan dokumen ijazah dan KTP bakal calon wabup tersebut,” jelas Agus Melas.

Menurutnya, ini mesti dilaporkan karena sebagai syarat dokumen dalam UU kependudukan dan sebagai peristiwa penting yang tidak bisa disepelekan. Apalagi pada proses memilih pemimpin di daerah.

“Saya pikir ini bukan hal main-main dan wajib diseriusi. Masalah ini harus secepatnya diproses sebab jika terjadi perbedaan atau perubahan data diri alias penggantian nama, harus melalui proses penetapan pengadilan supaya memiliki kepastian hukum terhadap dokumen itu,” terang Agus.

Karena persoalan ini menjadi polemik dan belum adanya penjelasan secara resmi dari KPU Lutim, maka melalui surat keberatan ini, tim hukum Husler-Budiman meminta kepada KPU Lutim tidak menetapkan Bapaslon Ibas-Rio sebagai Paslon Bupati dan Waki Bupati Lutim dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur tahun 2020 .

”Kami mendesak KPU untuk bekerja di dengan mengedepankan kehati-hatian sebelum melakukan menetapkan Ibas -Rio menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Lutim tahun ini. Apalagi lagi dalam surat kami sudah sangat jelas yang menjadi pokok materi keberatan perbedaan dokumen,” tandas Agus Melas.

Sementara Komisioner KP, Muhammad Abu, membenarkan adanya surat keberatan yang diterima dari Tim Kuasa Hukum Husler-Budiman. Surat tersebut secepatnya akan diproses dan diteliti sesuai maksud surat tersebut.

“Insya Allah surat keberatan dari tim hukum Husler-Budiman segera kami proses dan meniliti dokumen yang dimaksud. Karena suratnya kami terima malam hari, maka besok (hari Senin ini, red) baru kami pelajari. Atau kalau sempat, akan kami pelajari sebelum dilakukan penetapan,” kunci Abu. (HR/MS/St)

JANGAN LEWATKAN