Bupati dan Wakil Head to Head di Pilbup Lutim, Thoriq Husler tak Terkejar

Sepuluh Kecamatan Dikuasai Nomor Urut 1,

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Pasangan bakal calon Bupati-Wakil, Ir. Muhammad Thorig Husler bersama Drs. Budiman Hakim, M.Pd digadang-gadang sebagai pasangan kuat dan optimis mampu memenangi pertarungan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Luwu Timur 2020.

Bahkan terbaru, dua lembaga riset seperti Indo Riset Celebes (IRC) dan Nurani Strategic, juga masih menjagokan pasangan calon bupati nomor urut 1 itu berdasarkan survei yang tiidak diragukan kredibilitasnya.

Belum lagi, Paslon yang berstatus petahana ini juga mendapat dukungan dari mayoritas partai berbeda di parlemen. Apalagi Thorig Husler saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Golkar Lutim.

Selain mendapat dukungan penuh dari Partai Golkar yang memiliki Tujuh kursi di DPRD, juga diusung PDIP, PAN, Gerindra, Hanura, PKS, PKB dan PBB. Dari Delapan partai itu total kursi yang diperoleh sebanyak 24 kursi atau mencapai 80 persen dukungan pemerintah di parlemen nantinya.

Malah tidak tanggung-tanggung ke delapan partai pengusung tersebut telah menyatakan untuk all-out bersama-sama menenangkan Husler-Budiman di pilkada 2020 ini.

“Alhamdulillah, lebih dari separuh anggota parlemen telah merapat dan siap bekerja maksimal di Pilkada ini. Insyallah kami Husler-Budiman akan seiring sejalan bersama tim pemenangan, relawan dengan dukungan masyarakat secara luas untuk memenangi pertarungan di Pilkada ini,” ujar Thoriq Husler beberapa waktu lalu.

Menurut Nurani Strategic, jika Pilkada diikuti dua pasangan calon maka hasil survei hingga kini tetap menunjukkan potensi keterpilihan Husler-Budiman dengan tingkat elektabilitas diatas rata-rata. Sementara pasangan Ibas-Rio tetap berada di urutan kedua dengan selisih yang jauh di bawah elektabilitas Husler-Budiman.

Saat ini mayoritas masyarakat sudah dapat menentukan pilihan mereka. Tersisa hanya belasan persen belum memberikan jawaban alias belum menentukan pilihan secara spontan atau dapat dikategorikan sebagai swing voters.

Malah Herman Heizer menyebutkan, tingginya elektabilitas calon bupati incumbent Husler-Budiman karena masyarakat Lutim menilai sangat puas terhadap kinerja kepemimpinan Muhammad Thorig Husler selama empat tahun terakhir ini.

Tak pelak, program Menyapa Desa juga menjadi senjata dan jualan politik di masa kampanye ini dianggap cukup jitu untuk mendengar dan merasakan apa yang diinginkan rakyat di daerah berjuluk Bumi Batara Guru ini.

Bahkan yang tergress saat ini, Manajer IRC, Imran Mahmud, memastikan pergeseran posisi dimungkinkan tak terjadi karena tak ada pergerakan luar biasa yang dilakukan kedua Paslon untuk memengaruhi pilihan pemilih.

Itu berarti, posisi Husler – Budiman masih tetap yang terbaik dan belum tertandingi dibanding Ibas – Rio. Perubahan secara drastis bisa terjadi jika ada pergerakan luar biasa yang dilakukan.

“Pasangan Ibas – Rio terpantau hanya berusaha bergerak masif memberi perlawanan di Kecamatan Wasuponda. Tapi di Sepuluh kecamatan lainnya di Lutim, Husler – Budiman tidak tergoyahkan. Meskipun di Kecamatan Angkona, Nuha dan Malili, Ibas-Rio berusaha ‘meronta’ tapi masih bisa terkendali,” jelas Imran Mahmud, Rabu (7/10/2020) kemarin.

Bukan hanya itu, Peneliti dari Nurani Strategic, M. Jufri, secara gamblang menilai, persepsi mayoritas pemilih masih berpihak kepada sang petahana Husler – Budiman. Dari 11 Kecamatan di Luwu Timur ini, hanya ada dua Kecamatan yakni Wasuponda dan Angkona yang dilakukan Ibas-Rio untuk meraih suara signifikan.

Kondisi ini, menurut mantan Ketua KPU Sidrap, akan bertahan hingga menjelang hari H pencoblosan alias tidak terjadi pergeseran suara yang berarti jika kubu Ibas-Rio tidak memiliki strategi jitu untuk menaikkan dukungannya

“Ya perubahan posisi tak akan terjadi jika tidak ada pengungkit yang mampu menaikkan dukungan menjadi signifikan terutama pada kubu Ibas – Rio. Jadi kata kuncinya, persepsi mayoritas pemilih masih berpihak kepada figur pasangan Husler – Budiman,” beber Jufri. (tim/st/*)

JANGAN LEWATKAN