Hutan Cagar Alam Dandawasu Dibabat, Kepala UPT Dishut Sulsel: Ini Pelanggaran Hukum

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Warga di Dusun Dandawasu Desa Tarabbi, Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur dibuat resah dengan adanya oknum yang melakukan aktivitas di lokasi Cagar alam di desa tersebut.

Bukan apa-apa, oknum yang disebut-sebut berinisial An, dikabarkan telah membabat hutan menggunakan alat berat jenis escavator yang bertujuan untuk membuat atau melakukan pembukaan jalan baru.

Menurut warga setempat yang minta tidak disebutkan identitasnya, aktivis pembabatan hutan yang dikoordinir An, sebelumnya juga telah membuka jalan di daerah Bengko.

Pembukaan jalan baru ke kebun warga dengan cara membabat hutan yang masuk willayahncagar alam, dikoordinir warga Dusun Dandawasu Desa Tarabbi berinisial An,” ungkap warga dusun setempat itu.

Malah dari laporan sejumlah warga lain menyebutkan, dugaan tindakan melawan hukum tersebut hingga kini masih berlangsung.

“Jadi sebelum membuka jalan di kawasan cagar alam Dandawasu, ekskavator itu juga telah membuat jalan di daerah Bengko yang juga masuk kawasan cagar Alam,” beber warga tersebut.

Terpisah, Mandar, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan yang bertugas di Luwu Timur, membenarkan jika Dusun Dandawasu dan sekitarnya masuk dalam kawasan cagar Alam.

Pihaknya juga mengakui telah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aksi pembabatan hutan di dalam kawasan cagar alam yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

“Warga yang melakukan aktivitas pembabatan hutan di kawasan cagar alam yang ada di Dusun Dandawasu merupakan tindakan pelanggaran hukum. Kami segera mengusut kasus ini dan melaporkan secara hukum ke pihak berwajib,” tegas Mandar, saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2020).

Kepala UPT Dishut Provinsi Sulsel itu, sangat menyesalkan tindakan oknum tersebut karena itu bisa dikategorikan penyerobotan atau penjarahan hutan secara terbuka, sehingga oknum tersebut wajib bertanggungjawab secara hukum. (Tim)

JANGAN LEWATKAN