Ketua KPU Zainal Dengan Lantang Diatas Mobil Menjawab Tuntutan Pengujuk Rasa

LUTIM, SINYALTAJAM.COM-Aksi unjuk rasa dikantor KPU Luwu Timur yang menyoalkan keputusan KPU menetapkan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Husler dan Budiman.

Unjuk rasa tersebut menuntut Komisi Pemilihan Umum untuk menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu agar keputusan penetapan ditinjau kembali, lantaran adanya perbedaan nama huruf Q dan G pada KTP EI serta B1 KWK atas nama Husler.Kamis (22/10/2020).

Zainal Ketua KPU Lutim dengan tegas berdiri diatas mobil pick up dengan memegang Microfon di hadapan para demonstran sekaligus menjawab protes dan tudingan massa.

Saudara bapak ibu sekalian, bahwa kami di (KPU) untuk menjawab semua itu, kami mesti berhati-hati mengambil langkah-langkah karena kami bekerja harus berdasarkan kepastian hukum.

“Kami tidak berdasarkan dengan opini, kami tidak berdasarkan dengan cerita-cerita tapi kami berdasarkan dengan aturan main dalam proses pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020. Itulah rujukan kami,” jawab Zainal dengan lantang.

Selanjutnya Zainal (masih) dengan nada lantang mengungkapkan “ Nah , kalau bapak ini sekalian yang hadir di sini, ada yang menemukan aturan yang mengatur tentang itu ketika ada selisih antara huruf dalam B1KWK dan KTP elektronik bawa ke kami.Kami akan lakukan perubahan keputusan kami. Kalau ada yang dapat. Jangan bilangkan kami bertindak dengan tidak sesuai aturan.

“ Kalau bapak-bapak mau demokrasi ingin berjalan dengan baik, demokrasi di Luwu Timur berjalan secara bermartabat, maka izinkan kami bekerja berdasarkan dengan aturan, jangan berdasarkan dengan opini, jangan berdasarkan dengan cerita-cerita. Bawa itu bukti kemari. Kami akan lakukan perubahan SK yang kami sudah tetapkan. Kalau tidak ada kami juga tidak mau,” Tegas Zainal.

Dia juga sampaikan bahwa sampai kapanpun SK kami tidak akan kami rubah, “ yang bisa merubah SK ini adalah lembaga yang berkewenagan yang ditunjuk oleh aturan, yang ditunjuk oleh Undang-undang, yang mana lembaga yang berkewenangan untuk merubah SK KPU adalah pertama Bawaslu, kedua Pengadilan Tata Usaha Negara. Hanya itu yang bisa mengubah SK KPU. Bukan dengan cerita-cerita. Bukan dengan Opini. Saya kira begitu bapak-bapak ibu sekalian. Terima Kasih banyak,” pungkas Zainal mengakhiri jawabannya di hadapan massa aksi. Lap Tim.

JANGAN LEWATKAN