Peluncuran KMP Opudi, Jayadi Minta Masyarakat Jaga Fasilitas Kapal

LUTIM, SINYALTAJAM.COM-Meski sudah diresmikan peluncuran Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Pangkilang dan KMP Opudi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah beberapa waktu lalu, Kementerian Perhubungan RI kembali menggelar syukuran atas peluncuran KMP Opudi yang berlangsung di Desa Sorowako Dusun Tapondau Kecamatan Nuha, Senin (26/10/2020).

Peluncuran KMP Opudi dilakukan Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Kementerian Perhubungan, Dr. Cris Kuntadi, didampingi Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XIX Sulselbar, Ady Pracoyo, dan Kajari Luwu Timur, Muhammad Zubair.

Pjs. Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas mengatakan, beberapa hari lalu ada kapal penyebrangan tradisional masyarakat yang tenggelam. Peresmian KMP Opudi ini menunjukkan adanya moda transportasi yang lebih modern dan bisa memberikan jaminan keamanan dalam penyebrangan.

“Hari ini kita memulai peradaban baru yang lebih modern. KMP Opudi ini akan memberikan kenyamanan dalam penyebrangan danau dan jaminan keselamatan yang lebih memadai,” jelasnya.

Ia juga berharap agar KMP Opudi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan tentu harus pula dijaga sarana dan fasilitasnya. “Jangan sampai dicorat-coret. Mari kita jaga dan manfaatkan dengan baik sarana transportasi penyebrangan yang lebih modern ini,” tambahnya.

Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Kementerian Perhubungan, Dr. Cris Kuntadi mengatakan, kapal-kapal tradisional yang dikelola masyarakat saat ini silakan terus beroperasi. Namun yang sangat diharapkan agar kapal tradisional itu bisa mengikuti standar keselamatan yang ada di KMP Opudi ini sehingga dapat menular ke kapal-kapal lainnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan PT. Citra Bahari Shipyard selaku pihak kontraktor pelaksana pembangunan dua KMP yakni KMP Pangkilang dan KMP Opudi yang akan beroperasi di Danau Towuti dan Danau Matano. Rencananya, kedua KMP ini akan dioperasionalkan oleh PT. ASDP.

“Kedepan, jika telah beroperasi, saya harapkan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak. Kapasitas penumpang KMP ini sebanyak 120 orang tapi jika virus corona atau Covid-19 masih tinggi, perlu diberlakukan pula jaga jarak diatas kapal tersebut,” jelasnya.

Bahkan, kata Cris Kuntadi, pihaknya juga akan melibatkan Dirjen Perhubungan Laut, Syahbandar untuk sesekali waktu melakukan pemantauan dan pengecekan apakah kepatuhan terhadap aturan berlayar atau protokol kesehatan Covid-19 tetap terjamim atau tidak.

“Semoga saat penyebrangan perdana nanti, awal Januari 2021, kita bisa menghadirkan Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi untuk bersama-sama dan bersilaturahmi dengan masyarakat Luwu Timur,” kuncinya. (hms/ikp)

JANGAN LEWATKAN