Groundbreaking Gedung Twin Tower, Jadi Kado Milad Gubernur Sulsel ke 57

MAKASSAR, SINYALTAJAM.COM – Gubernur Sulawesi Selatan bersama Forkopimda Sulsel secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan Gedung Twin Tower di Kawasan Center Point of Indonesia, bertepatan dengan milad hari kelahiran Prof H.M. Nurdin Abdullah ke 57, Sabtu (7/11/2020).

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menekan tombol tanda dimulainya groundbraeaking pembangunan Twin Tower Makassar. Turut mendampingi Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Direktur Utama Perseroda PT. Sulsel Citra Indonesia, Taufik Fachruddin, Unsur Forkopimda Sulsel dan PT. Waskita Karya selaku pemegang proyek Twin Tower Makassar.

Groundbraeaking Twin Tower Makassar itu juga disaksikan langsung Penjabat sementara (Pjs) Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas, bersama 23 Kepala Daerah lainnya di Sulawesi Selatan di Kawasan Center Poin Of Indonesia Makassar.

Pembangunan Twin Tower Makassar ini dikerjasamakan PT. Sulsel Citra Indonesia dengan PT. Waskita Karya. Gedung kembar berlantai 36 ini nantinya akan menyatukan semua kantor Pemerintahan Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan terintegrasi dengan gedung DPRD serta Bupati/Wali Kota se-Sulawesi Selatan berada dalam satu kawasan yang juga dilengkapi dengan fasilitas umum seperti mall, hotel dan restoran.

Menurut mantan bupati Bantaeng dua periode ini, membangun Sulsel kedepan bukan perkara yang sulit dengan sinergitas yang telah terbangun.”Saya kira untuk membangun Sulsel ke depan mudah, karena kita semua semakin bersinergi”, jelas Nurdin Abdullah.

Dia juga bersyukur bawah di tengah pandemi Covid-19, Sulsel masih terus mengeliat melakukan pembangunan infrastruktur. “Jadi saya kira dalam masa pandemi dan kontraksi pertumbuhan ekonomi, kita masih bisa bergerak untuk membangun infrastruktur”, tambahnya.

Gedung ini dibangun, kata Nurdin, akan dilakukan dalam dua tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ingin memperkuat sinergitas antara dinas. Salah satunya dengan membangun bangunan yang terintegrasi.

“Kita ingin membangun sinergitas antara dinas, Tetapi kita punya kantor jauh-jauhan semua, sementara kita punya peluang, kita punya lahan di pinggir pantai, ini sangat strategis untuk kita jadikan pusat pemerintahan”, tuturnya.

Niat ini lanjut Nurdin, kemudian disambut oleh PT Waskita Karya untuk membangun dengan sistem keyturn. Dimana baru akan dibayarkan setelah gedung selesai. Gedung ini akan dibangun selama 18 bulan dengan biaya pembangunan mencapai Rp1,9 trilyun.

“Gedung ini dibangun oleh rekanan dari BUMN, rekanan seperti ini (BUMN, Red) pasti ada sumber-sumber pembiayaan dari luar dengan bunga yang lebih murah. Nanti setelah selesai baru dibayar. Itupun dengan tenggang waktu pengembalian selama 25 tahun”, kata Gubernur NA.

Dia juga menambahkan bahwa Kantor Gubernur yang ada saat ini, nantinya akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). “Jadi bangunan kantor gubernur yang lama lama, nantinya dijadikan ruang terbuka hijau dan akan dinikmati masyarakat. Tentunya akan semakin banyak publik space yang akan kita miliki”, ungkap dia.

Direktur Utama Perseroan daerah (Perseroda) Sulsel, Taufik Fachruddin menyebutkan hadirnya gedung ini juga berkat dukungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur serta Forkopimda Sulsel dengan merubah status Perusda Sulsel menjadi Perseroda.

“Di Perseroda ini, selalu memberikan loncatan-loncatan yang terus terang kami juga dibuat keteteran. Tapi Insha Allah, dengan semangat yang dimiliki tim perseroda, hari ini Perseroda Sulsel diberikan tugas dan tanggung jawab oleh Bapak Gubernur untuk mengelola Twin Tower Provinsi Sulsel”, tutup Taufik.(Mr)

JANGAN LEWATKAN