Visi-misi Husler -budiman jawab kebutuhan rakyat Luwu Timur

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Di hari terakhir kampanye dialogis Husler-Budiman Calon Wakil Bupati Nomor Urut Satu Drs. H. Budiman,M.Pd menyambangi dan Menyapa ke Masyarakat,  di beberapa titik Dusun Mabungka dan Dusun Mangkulande Desa Kasintuwu  kabupaten luwu timur pada minggu 8 /11/2020.

Kali ini Husler Budiman di dampingi oleh juru kampanye Juber Sangga kader partai PDIP Luwu Timur, anggota DPRD Luwu Timur fraksi PAN, Andi Surono Saad dan anggota DPRD fraksi Golkar, Wahidin Wahid.

Wahidin wahid saat menyampaikan orasinya dihadapan masyarakat menjelaskan” Husler-Budiman itu birokrat yang tidak sekedar berpengalaman tapi juga kompeten. Hanya pasangan ini yang punya tagline lanjutkan.

“Kenapa harus dilanjutkan, tanya wahidin karena mereka sudah bekerja, yang lain baru belajar, bahkan ada yang baru memulai berjanji! Bedakan janji nikah anak muda sama janji kampanye pak, janji nikah diucapkan lalu ditunggu kejadiannya,

Tapi Janji kampanye harus bisa dijelaskan bagaimana caranya, darimana uangnya, proses penganggarannya seperti apa, bahkan dicari tau dulu apakah tidak menyalahi regulasi yang sudah ada, nah! Bapak ibu mau dipimpin oleh orang berpengalaman atau yang baru belajar?” Seru Wahidin menggema

Politisi dari partai golkar yang akrab disapa Antiding itu melanjutkam lagi orasinya,sembari memaparkan program prioritas Husler-Budiman bidang Kesehatan ”

Insyaallah jika Husler Budiman diberikan amanah yang kedua kalinya, pasien yang di kelas tiga di Rumah sakit akan mendapatkan fasilitas satu pasien satu kamar atau setara dengan pasien yang berada di kelas V.Vip, artinya tidak ada lagi pasien yang terawat di Bangsal, urai legislator asal Mangkutana raya itu, sembari menambahkan jika pasien telah sembuh, melalui program husler Budiman juga menyiapkan mobil untuk mengantar pasien kembali ke rumah tanpa dipungut biaya,berarti visi misi yang disajikan Husler Budiman menjawab kebutuhan masyarakat, tegas Antiding.

Sementara calon wakil Bupati nomor urut satu  Drs.H.Budiman di kesempatan yang sama dalam sesi orasinya menjelaskan “Semua program dalam visi misi ini dirancang berkelanjutan, tidak selesai dengan selesainya periode kami. Ibarat orang tua yang menanam kelapa bisa jadi anak-anaknya lah yang akan menikmatinya.

“Semua program ini juga kita pastikan bisa dilakukan, tidak mungkin kami menjanjikan hal yang tak bisa kami lakukan.

Di mana ada tiga variabel yang menjadi landasan dalam penyusunan sebuah program yang harus jelas dan tepat  regulasi, anggaran dan manfaat.

“Kenapa kami berani menjanjikan satu pasien satu kamar, pendidikan gratis, bantuan pendidikan S1, S2, S3, serta satu Milyar satu Desa, itu karena program-program pendidikan, kesehatan dan infrastruktur adalah bagian dari Mandatory Spending yang notabene merupakan amanah undang-undang.

Dan juga Melihat kemampuan APBD kita juga bisa membiayainya, dan yang paling penting manfaatnya yang luas dan berkelanjutan”.tandasnya.lap tim.

JANGAN LEWATKAN