Jurkam Husler – Budiman Heran, Dugaan Politik Uang di Pilkada Lutim Terkesan Terang-Terangan

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – Marwah Luwu Timur atau diistilahkan martabat maupun kehormatan, tidak hanya di tangan para pejabatnya melainkan juga masyarakatnya secara luas.

Pernyataan tersebut diungkapkan Alfian, juru kampanye (jurkam) pasangan calon nomor urut 1 saat mendampimgi Husler – Budiman menggelar kampanye Dialogis menyapa desa,di Desa Balo-balo Kecamatan Wotu Rabu ( 11/11/ 2020) belum lama ini.

“Dari sekian banyak pilkada yang saya lalui, baru kali ini aroma politik uang sangat terasa dan mengganggu, sebab sudah dilakukan secara transparan dan tanpa malu-malu,” beber politisi Hanura ini.

Perbuatan money politic ini, kata dia, bukan hanya mencederai demokrasi tapi juga merendahkan martabat selaku anak bangsa. Sebab menukar pilihan baik berupa uang ataupun barang adalah merendahkan diri sendiri.

Dihadapan para pendukung dan simpatisan Husler-Budiman, Alfian dalam orasi politiknya menyebutkan, jika pilihan setiap orang ditukar beras dan kambing, itu sama saja harga kambing lebih mahal daripada harga diri.

“Makanya pasangan Husler-Budiman datang menyapa saudaraku semua dengan tidak membawa uang ataupun beras, apalagi menjanjikan tanah dan pupuk. Tapi pasangan cabup dan cawabup santun ini datang dengan membawa dan menggenggam masa depan dan keberlanjutan pembangunan Luwu Timur ” jelas Alpian

Sedangkan cawabup Budiman Hakim menyatakan, dimasa pemerintahan bapak Thoriq Husler, dirinya berhasil membawa Luwu Timur menjadi Kabupaten dengan Indeks Pembangunan sumber daya Manusia (SDM) tertinggi di Sulawesi Selatan.

Bukan hanya itu, seluruh program dalam visi-misi Husler-Budiman terukur dan realistis, semua bisa dikerjakan sebab telah disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Inilah alasan kenapa pemerintahan dibawah kepemimpinan Thoriq Husler harus dilanjutkan. Dan mustahil kami menjanjikan sesuatu yang tak mampu dilaksanakan,” tegas Budiman. (Mr)

JANGAN LEWATKAN