Kadis Koperindag Berjanji Akan Secepatnya Lakukan pemutahiran SK Bagi Pedagang Pasar

JENEPONTO, SINYALTAJAM.COM -Pedagang lama di pasar allu yang memiliki Lapak sebelum ada rehabilitas bangunan di Kecamatan Bangkala, Kabupaten jeneponto, kini tersingkirkan dengan cara tidak di berikan surat keterangan (SK) oleh kepala dinas Koperindag Jeneponto Muh. Jafar dengan alasan semua lapak yang telah di siapkan untuk pedagang pasar allu sudah ada pemiliknya masing-masing, alias sudah full, (16/11/2020).

Salah satu pedagang lama di pasar allu yang tidak mendapatkan lapak Astira Asis menuturkan bahwa dari awal pendataan nama-nama yang akan mendapatkan lapak, dan nama saya muncul, di pendataan kedu juga pendataan ketiga juga masih tetap ada namun pada saat mau penyerahan surat keterangan (SK) nama saya hilang entah kenapa?.

“Saya rasa ini ada dugaan permainan dan saya tidak akan terima, tidak mungkin orang baru langsung mendapatkan lapak, sedangkan saya pedagang yang sudah lama membayar pajak di dalam, malah tidak dapat lapak khan. Ini tidak adil kalau begitu,”cetus Astira Asis.

Kepala Dinas Perindagkop Muh. Jafar saat ditemui di ruangan kerjanya  terkait dengan adanya keluhan pedagang tersebut.

Kalau memang mereka memberikan informasi yang berbeda antara kepala pasar yang lalu, Asdar dengan kepala UPTD pasar allu Ramli Ruba, nanti kita akan lakukan penelusuran dan pemutahiran data melalui kepala pasar yang lalu dengan kepala pasar yang sekarang, karena yang ketahui itu data yang sebenarnya adalah kepala pasar yang lama yaitu Asdar dia menjabat sebagai kepala pasar allu sudah bertahun-tahun,”ulasnya.

“Wajar kalau kepala pasar yang sekarang tidak tau kalau di tanya terkait pendataan pembagian lapak karena yang mendata itu adalah kepala pasar yang lalu Asdar, jadi lebih bagus kalau bisa kita pertemukan supaya informasi yang kita dapatkan akurat dan berimbang,”tambanya.

“Kami selaku pimpinan hanya sebatas menerima data dari petugas pasar tersebut yang sudah di paraf secara berjenjang untuk di sepakati dan kami tidak mungkin turun keakarnya kalau tidak ada data dari petugas pasar itu sendiri . Dan kalau memang ada begini kami akan secepatnya sikapi karena semua masalah ada solusinya ini hanya seperti paku yang bengko tidak susah di luruskan benag kusut saja bisa ko luruskan,”  ucapnya kadis sambil tersenyum.

Masih kata dia, terkait dengan pemanfaatan lapak untuk pedagang tentu kita mengacu kepada data, kemudian kita lihat sebelum dilakukan pertavilisasi pembangunan tahapan, mana pedagang yang sadar dengan kewajibannya, walaupun pedagang lama kalau tidak sadar dengan kewajibannya biasanya kita evaluasi karena banyak pedagang yang merepotkan petugas yang suka berjanji dengan kewajibannya, main kucing-kucingan sama petugas pasar.

Tapi itu hanya persolan mental tidak ada yang bisa disalahkan karena ini hanya karakter, bukan hanya di pasar allu tapi  hampir semua pasar perilaku sebagian oknum seperti itu, jadi tidak semuanya, hanya segelintir orang yang memang mentalnya seperti itu tapi selalu di warnai ada kejadian seperti itu di setiap pasar.

“Saya mengucapkan bayak terima kasih atas adanya informasi dan bantuan teman-teman Mitra dengan adanya hal begini di lapangan kami bisa tau,” Tandasnya.

Dihari yang sama Ramli Ruba selaku UPTD pasar allu saat di komfirmasi menambahkan bahwa saya juga tidak tau siapa yang layak dapat lapak dan siapa yang tidak layak. Hanya kepala pasar yang lalu yang tau yaitu Asdar, karena dia yang mendata sebelumnya, saya kan sempat jadi pelaksana di sana selama tiga bulan tapi tidak pernah ada muncul seperti ini, nanti saya lepas pelaksana di pasar allu baru ada muncul seperti ini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama   mantan kepala pasar yang  lama,  Asdar menjelaskan terkait sebagai mantan kepala pasar allu yang lama, saat pendataan yang bersakutan Astira Asis memang ada namanya di pendataan pertama bahkan sampai tiga kali.

Namun setelah pembagian  SK  kepada para pedagan Lapak bukan saya lagi yang berkewenangan.

“Saya juga heran  kenapa tidak ada lagi namanya Astira Asis  padahal dia memang pedagan yang sah di situ dan ada lapak nya di bongkar inilah yang membuat juga saya bingun dan heran tidak mengerti ada apa, dan mengapa bisa terjadi,”tandasnya.

Mendengar Hal itu Ramli Ruba, mengatakan kalau dia akan carikan solusinya dan akan bicarakan dengan pak kadis , dengan cara memanggil Astira asis dan memberikan pemahaman untuk mendapatkan lapak lain yang bisa dia tempati menjual biar kedepannya bisa tenang dan damai tanpa ada lagi saling mengusik antara pedagang yang ada di Area khusus pasar allu. tutupnya.

JANGAN LEWATKAN