Agus Melas SH. MH : Jelang Pilkada, Warga Diminta Waspadai Money Politik

LUTIM, SINYALTAJAM.COM – 14 Hari waktu yang tersisa, Masyarakat Luwu Timur Sulsel akan memilih calon Bupati dan wakil Bupati periode 2021 – 2025 atau tepatnya 9 Desember mendatang, pesta demokrasi ini tentu menjadi tanggung jawab kita semua untuk menentukan nasib masyarakat dan Daerah ini lima tahun ke depan.

Dua kandidat yang akan menjadi pilihan 200 ribu lebih masyarakat Bumi Batara Guru dan untuk Luwu Timur sendiri pemilihan Bupati kali ini merupakan yang keempat kalinya, demi menyukseskan pesta Lima tahunan itu warga diminta untuk mewaspadai dugaan praktik money politik atau jual beli suara, sebab resiko dan konsokwensi hukumnya sangat fatal.

Hal itu disampaikan oleh salah satu praktisi hukum Agus Melas SH.MH pada pewarta sore tadi Kamis (26/Nov), menurutnya, jika ada salah satu pasangan Calon Bupati di Luwu Timur yang berambisi sekali untuk jadi pemimpin dengan menghalalkan berbagai cara, apakah memberikan materi , misalnya uang, sembako dan lain-lain sebagainya kepada masyarakat dengan maksud Paslon tersebut agar dipilih di bilik TPS segera laporkan kepada Bawaslu ataupun ke aparat penegak hukum.

Sebab Paslon yang seperti itu akan merusak dan mencederai pesta demokrasi di Luwu Timur, mental Paslon yang hanya mengandalkan materi untuk membeli suara masyarakat tidak usah dipilih, belum jadi pemimpin sudah mengajak masyarakat untuk menerima suap, tegas Agus Melas, sembari meminta masyarakat untuk menolak money politik.

Menurut pengacara yang cukup terkenal itu, pengalaman saat pilpres kemarin, ada warga yang divonis di pengadilan hanya menerima baju kaos yang didalam lipatannya terdapat amplop yang berisi uang Rp 100 ribu, selain dipenjara juga didenda Rp 1 juta rupiah, padahal warga yang menjadi korban saat itu pekerjaannya hanya sebagai Nelayan, ini menjadi pengalaman dan pelajaran agar di Pilkada yang akan berlangsung 9 Desember mendatang, segala bentuk pemberian dari Paslon yang biasanya melalui perantara agar ditolak, kalau perlu dilaporkan ke Bawaslu ataupun ke Polisi, ajak Agus Melas.Lap Tim.

JANGAN LEWATKAN